RSS

HIKMAH MEMANDANG WANITA

Hikmah memandang wajah wanita yang di lamar a. Jika mulutnya besar maka farjinya juga besar / luas b. Jika mulutnya kecil maka farjinya kecil dan sempit c. Dua mulutnya tebal maka dua mulut farjinya juga tebal d. Dua mulutnya tipis maka dua mulut farjinya juga tipis e. Lidah nya seperti terpotong maka farjinya sering basah f. Hidungnya cembung maka kemauan jima`nya kecil g. Hdungnya cekung maka kemauan jima`nya besar h. Dagunya panjang maka  Farjinya membuka  Jembutnya sedikait i. Dagunya kecil maka farjinya tertutup j. Wajah dan leher tebal maka  Pantatnya kecil  Farjinya besar  Tapai juga tipis / sempit k. Dhohirnya telapak kaki dan badan banyak lemaknya maka  Farjinya besar  Punya kedudukan tinggi di suaminya l. Dua betisnya menonjol maka  Syahwatnya kuat  Tidak sabar ingin melakukan jima` m. Mata besar dan jangat hitam maka  Syahwanya berkorban  Rahimnya sempit  Farjinya kecil • Hikmah memandang telapak tangannya a. garis tangannya tampak terputus di tengah makaia sudah tidak perawan lagi b. uret-uretnya menyerupai putus / retak maka ia sudah tidak perawan lagi c. jika dipegang o jika halus dan licin maka masih perawan o jika di pegang kok ga` memerah atau justru pucat berarti ia sudah tidak perawan o jika ibu jari digenggam satu menit, jika hangat dan memerah berarti ia masih suci / perawan o tapi dipegang kokpucat berarti sudah ga` perawan o jika jari kelingkingnya dipegang lslu dilepas pelan-pelan tanyakan rasanya. Jika ga` merasa maka farjinya udah ga` perawan lagi. wanita-wanita tidak boleh dinikahi 1) wanita yang masih ada hubungan nasab a. ibu~nenek~ibunya nenek~terus b. anak wanita~cucu wanita~cicit wanita~terus. Terkecuali wanita / anak hasil zina, baik di perkosa / sama-sama mau. Tapi hukunya makruh. c. Saudara perempuan sekandung~saudara perempuan seibu~saudara perempuan sebapak d. Bibi dari ibu`bibinya bapak~bibinya ibu e. Bibi dari bapak~bibinya bapak f. Keponakan wanita~anak wanitanya keponakan laki-laki g. Ke[onakan wanita dan saudara pi 2) Wanita hubungan sesuan a. Ibu yang menyusui Deangan syarat lebih dari 5 susuan dan sebelum mencapai usia 2 tahun b. saudara perempuan sesusuan 3) wanita karena hubungan mertua a. ibu kandungnya si istri~neneknya si istri baiksecara nasab / sesusuan b. anak tiri (anaknya si istri), jika si istri itu sudah pernah di jima` c. istri bapak 4) wanita karena ada hubungan istri a. saudara si istri sekandung~sebapak~seibu~. Terkecuali jika si istri dicerai / menimggal. b. Keponakannya si istri sekaligus (dimadu) c. Bibinya si istri sekaligus (dimadu) 3). Aib-aib dalam nikah  aib si istri sehingga boleh di pulangkan kepada orang tuanya a) gila terus menerus / kadang kala. b) Berpenyakit kusata (memerah – menghitam – rontok – terputus – hancur) c) Berpenyakit belang (warna kulit putih). d) Farjinya tertutup daging. e) Farjinya tertutup tulang.  aib si suami ( bisa tertolak) a) Gila. b) Berpenyakit kusta. c) Berpenyakit belang. d) Putus alat vitalnya. e) Lemah syahwat.. • Rapuh daya seksualnya (lembek) • Impotensi • Patah hati (so lemah) (4. mas kawin atau mahar  wajib diberikan dengan alasan : • Adanya pernikahan • Hubungan sex syubhat • Hubungan sex -> mati  sunah disebutkan dalam akad • Batas minimal 10 dirham (-+ 500 ribu) • Batas maksimal (-+ 500 juta) • boleh • Boleh ada • Boleh tidak > jika si istri dan walinya rela Sebab-sebab wajibnya mas kawin 1. Si suami sudah menentukan mas kawinnya 2. Si hakim yang menentukan mas kawinnya 3. Si suami telah mensetubuhi si istri sebelum ada ketentuan mas kawin Hsl ini wajibnya adalah mas kawin mitsl Mahar -disebut ketika akad -disamakan adanya Mencari pasangan a) Mencari yang seimbang (sekufu) • Yang dimaksud sekufu a. Seagama b. Sama tinggi dan rendah kehormatanya c. Sama penampilan fisiknya d. Sama nasab, derajat, dan silsilah keturunannya. • Pengertian lain : a. Laki-laki merdeka harus dengan perempuan merdeka b. Laki-laki budak dengan amat Catatan : Laki-laki merdeka ga` boleh nikahi amat terkecusli dengan syarat : a. Tidak menemukan perempuan merdeka / ga`ada persetujuan b. Ga` punya mas kawin untuk membayar mahar c. Khawatir berbuat zina d. Harus muslimah e. Si laki-laki harus muslim jika memang amat juga muslimah b) Dalam mencari pasangan diharap diniati mengikuti jejak rasulullah a. Mencari istri yang banyak anak b. Dengan mencetak anak yang sholeh c) Mencari yang ta’at agama d) Mencari produktif dan perawan e) Mencari yang bukan famili dekat f) Mencari gadis yang masih cantik 1. Jimak atau bersetubuh a) Waktu – waktu yang baik untuk bersetubuh a. Malam jumat Barang siapa bersetubuh pada malam jum’at maka Bisa menjadikan anak yang hafidh (hafal) dalam kitabullah b. Malam senin Barang siapa bersetubuh pada malam senin maka Anak menjadi fakir miskin, Ridho terhadap perintah dan qodlo` Allah c. Malam selasa Barang siapa bersetubuh pada malam selasa maka Anak akan menjadi taat kepada orang tua d. Malam rabu Barang siapa bersetubuh pada malam rabu maka Anak akan menjadi pandai, cerdas dan Banyak syukurnya e. Malam kamis Barang siapa bersetubuh pada malam kamis Anaknya jadi mukhlish f. Malam i`d Barang siapa bersetubuh pada malam ‘id maka Anaknya punya enam jari g. Awal bulan Barang siapa bersetubuh pada malam hari awal bulan maka anaknya akan menjadi Cerdas seperti menanjaknya bulan. h. Bulan syawal i. Malam ahad Pada malam ahad Allah swt menciptakan bumi dan langit j. Malam jum`at Pada malam jum’at banyak kejadian-kejadian penting :  Adam menikah dengan hawa  Yusuf nikah dengan siti zulaikhah  Musa nikah dengan putri syaib  Sulaiman dengan ratu bilqies  Rasulullah menikah dengan khodijah  Rasulullah menikah dengan aisyah b) Waktu-waktu yang tidak tepatuntuk jima` a. Malam sabtu  Bisa menjadikan anak gila  Hari terjadi penipuan (kaun qurays di gedung ‘nadwah’)  Iblis turun ke bumi  Diciptakan neraka jahannam  Semua anak cucu Adam dicabut nyawanya  Di ujinya Nabi Ayyub b. Malam ahad  Anak bisa jadi pencuri / dholim c. Hari selasa, merupakan:  Hari mengalirnya darah, yaitu pada saat kejadian-kejadian berikut : 1) Hawa haid 2) Putra Adam membunuh saudaranya 3) Terbunuhnya Jarjis 4) Terbunuhnya Zakaria dan Yahya 5) Kalahnya tukang sihir Fira`un 6) Terbunuhnya sapi bani israil 7) Terbunuhnya Asiyah binti Muzahim d. Hari rabu, merupakan:  Hari sial 1) Fira`un dan pengikutnya tengggelam 2) Sialnya kaumA`ad dan Tsamud (kaum nabi Sholih) e. Hari rabu pada minggu terakhir tiap bulan  Turunya penyakit belang f. Hari ke-3 tiap minggunya g. Hari ke-5 awal bulanya h. Hari ke-13 tiap bulanya i. Hari ke-16 tiap bulanya j. Hari ke-21 tiap bulanya k. Hari ke-24 tiap bulanya l. Hari ke-25 tiap bulanya Dalam hadits marfu` (Abu Ya`la an Abbas dari Shofwan dari Ahmad bin Yahya) “Rasulullah melarang jima’ pada 12 hari” : 1) Tanggal 12 muharram 2) Tanggal 10 safar 3) Tanggal 4 robiul awal 4) Tanggal 18 robiul tsani 5) Tanggal 18 jumadil ula 6) Tanggal 18 jumadil tsaniyah 7) Tanggal 12 rojab 8) Tanggal 26 sya`ban 9) Tanggal 24 romadlon 10) Tanggal 2 syawal 11) Tanggal 28 dzulqo`dah 12) Tanggal dzulhijjah c) Tata karma bersetubuh a. Mencari waktu usai shalat 9shalat isya`) b. Hatinya bersih • Taubat • Suci lahir bati c. Mulai dari arah kanan masuk kamar dengan kaki kanan dan berdo`a’ d. Si suami shalat dua rekaat, kemudian:  Baca al-quran  Baca surat al-fatihah 3x  Baca surat al-ihlas 3x  Sholawat 3x  Berdo`a e. Si istri hendaknya wudlu f. Mengucap salam kepada sang suami g. Menyentuh ubun-ubunya dan berdo`a Catatan: Menurut ahli ilmu yang patut bagi suami pada si istrinya adalah 4 hal: 1. Memegang tangan si istri 2. Memegang dadanya 3. Mencium pipinya 4. Membaca basmalah saat mulai memasukkan dzakarnya ke farjinya h. Memeluk si istri dan membaca ‘yaa roqiib’ 7x i. Mencuci ujung jari kaki dan tangan si istri hal ini dapat menghentikan kekejian syetan. j. Tenang dan romantic d) Cara-cara bersetubuh a. Bersetubuh dalam satu selimut b. Melepas semua pakaian Faidah melepas semua pakaian  Badan menjadi enak  Menghilangkan rasa lelah selama sehari  Leluasa bergerak (kanan kiri - atas bawah)  Membuat sang istri senang  Mengamalkan anjuran islam ‘memubadzirkan pakaian di saat tidur’  Menjaga kebersihan c. Mencumbu sang istri denga kronologi :  Pertama-tama Memegang tangan si istri  Memeluk sang istri  Meraba bagian-bagian yang sensitive  Menciumi bagian-bagian yang sensitive  Kemudian pada intinya (jima’ / memasukkan dzakar pada farjinya) Catatan : Faidah / fadlilah kronologi di atas : a. Memegang tangan sang istri, Barang siapa memegang tanganya si istri maka :  Keduanya dicatat satu amal kebaikan  Dihapus satu amal kejelekan  Di catat 40 kebaikan dihapus 40 kejelekan  Dicatat 5 kebaikan 5 kejelekan b. Berpelukan  Diangkat 10 kebaikan, di hapus 10 kejelekan dan diangkat 20 derajat c. Berciuman  Dicatat 20 kebaikan, dihapus 20 kejelekan dan diangkat 20 derajat  Dicatat 60 kebaikan, dihapus 60 kejelekan d. Bersetubuh  Pahalanya lebih baik dari bumi seisinya  Dicatat 120 kebaikan, dihapus 120 kejelekan e. Ketika mandi junub  Allah mengundang malaikat dan berkata ‘air yang mengalir dicatat sebagai amal kebaikan’  Dihapus dosa-dosanya  Diangkat derajaynya f. Ketika si istri hamil  Dicatat seperti orang yang berpuasa dan berjuang membela agama Allah g. Jika ia susah saat hamil-hamil  Pahalanya seperti memerdekakan budak yang beriman h. Melahirkan  Tiada ukuran berapa besar pahalanya kecuali Allah yang tahu i. Menyusui anaknya  1x dihisap anaknya sama dengan memerdekakan 10 budak j. Anak berhenti menyusui  Si ibu bersih dari dosa hingga mulailah ia hidup baru d. Istri tidur terlentang dan di pasang bantal dibawah pantatnya e. Suami naik ke atas tubuh si istri f. Suami memegang dzakar dengan tangan kiri dan menggesek-gesekan disekitar vagina istrinya g. Suami memasukkan dzakarnya dan menggosok-gosokkan h. Disaat akan keluar sperma:  pantat si istri diangkat dengan kedua tangan si suami e) Adab dan cara jima`versi qurrotul uyun 1) Sebelum bersetubuh  Mempermainkan daerah-daerah sensitive istri agar: • Hatinya menjadi senang • Tumbuh kemauan dari si istri • Nafsunya memuncak  Menjaga posisi jima` yang baik  Menjaga waktu-waktu jima` 2) Ketika bersetubuh  Dengan diam dan halus  Menggerak-gerakkan dzakar dan mempermainkan payudaranya  Pelan-pelan sampai mucul syahwat-syahwatnya  Jika ingin keluar mani ditahan dulu, sampai keduanya benar-benar siap 3) Seusai setubuh  Menyuruh si istri bobo • Disisi kanan suami, jadi anak laki-laki • Disisi kiri suami, jadi anak perempuan  Berdo`a  Jika suami hendak tidur • Basuhlah dzakarnya dahulu • Kemudian wudlu  Jika ingin mengulangi jima` lagi • Membasuh dzakar f) Keadaan yang perlu dihindari saat jima` 1) Dalam keadaan haus 2) Dalam keadaan lapar 3) Dalam keadaan emosi 4) Keadaan terlalu senang/kegirangan (akal tak terkendali) 5) Sedang sedih/lelah 6) Lagi muntah-muntah 7) Keadaan murus 8) Terlika (keluar darah yang berlebihan) 9) Keluar keringat yang berlebihan 10) Keluar keringat yang berlebihan 11) Dalam keadaan gelap (menyebabkan anak buta atau buta mata hatinya), bisa jadi anaknya ahli sihir 12) Keadaan berbicara (anak bisa bisu) 13) Ketika istri sedang haid 14) Mencabut dzakar saat bersetubuh 15) Bersetubuh di duburnya istri 19 RAHASIA KEISTIMEWAAN WANITA 1. Doa wanita itu lebih maqbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, baginda menjawab, " Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia." 2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh. 3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takut pada Allah .Dan orang yang takut pada Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya. 4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam syurga. 5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah.Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail. 6. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu. 7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga. 8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu. 9. Dari Aisyah r.a." Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka. 10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup dari pintu-pintu neraka dan terbuka pada pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab. 11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya serta menjaga solat dan puasanya. 12. Aisyah r.a berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?" Jawab Rasulullah SAW "Suaminya." " Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah SAW, "Ibunya." 13. Perempuan apabila Sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya pada suaminya, masuklah dia pada pintu syurga mana saja yang dikehendaki. 14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun). 15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan. 16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah. 17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya. 18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan. 19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT 6 JENIS WANITA MALANG "Jangan engkau kawini wanita yang enam, jangan yang Ananah, yang Mananah, dan yang Hananah, dan jangan engkau kahwini yang Hadaqah, yang Baraqah dan yang Syadaqah." 1. Wanita Ananah: banyak mengeluh dan mengadu dan tiap saat memperalatkan sakit atau membuat-buat sakit. 2. Wanita Mananah: suka membangkit-bangkit terhadap suami. Wanita ini sering menyatakan, "Aku membuat itu karenamu". 3. Wanita Hananah: menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikawininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain. 4. Wanita Hadaqah: melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya. 5. Wanita Baraqah: ada 2 makna, pertama yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya, kedua dia marah ketika makan dan tidak mau makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagianya. 6. Wanita Syadaqah: banyak bicara tidak menentu lagi bising.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar