RSS

MAKALAH FILSAFAT ISLAM DUNIA BARAT

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam. Yang senantiasa dan tak henti-hentinya menghujankan Rohmat dan inayahNya pada kita semua, sehingga kita semua senantiasa dalam keadaan iman dan islam. Sholawat dan salam semoga tetap terhaturkan pada junjungan kita Nabi agung, rajanya para nabi, mutiara rahmat serta penebar benih kesucian cinta yaitu nabi Muhammad SAW beserta sahabat, keluarga, tabi’in dan semua pngikut-pengikut yang beriman kepadanya. Syukur Alhamdulillah penulis telah menyelesikan penulisan makalah yang berjudul “ Filsafat Islam Dunia Barat “ ini sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Filsafat meskipun dengan berbagai kekurangan. Penulis mengucapkan banyak terimakasih pada beberapa pihak baik pada dosen pengampuh mata kuliah ini, pada orang tua dan pada semua teman yang telah suka rela membantu penulis menyeleseikan tugas ini baik secara dukungan moral, tuntunan dan terkhusus yang berupa do’a. mudah-mudahan amal baik mereka semua diterima di sisi Allah SWT sebagai amalan dan syafa’at besok di hari akhir. Tentu dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan, maka dari itu Saran, ide, masukan serta teguran dari semua pihak baik yang membaca, mengkaji atau mempelajari makalah ini sangat kami harapkan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Jombang, 11 Maret 2012 Penyusun DAFTAR ISI Sampul dalam ………………………………………………………………… I Kata Pengantar……………………………………………………………...… II Daftar Isi……………………………………………………………………… III BAB I PENDAHULUAN.……………………………….…………………... IV BAB I PEMBAHASAN……………………………………………………… 4 FILSAFAT ISLAM DUNIA BARAT….…………………………..……… .. 4 1. Pengertian Filsafat……………………………………………….…… 5 2. Filsafat Ibnu Rusyd……………………………….…………………... 5 a) Latar Belakang Ibnu Rusyd……..……….………………….... 5 b) Filsafat Ibnu Rusyd……………………………….………….. 5 c) Kontribusi Rasionalisme Ibnu Rusyd….…………………...... 6 d) Karya Monumental Ibnu Rusyd……………………………... 6 3. Filsafat Ibnu Thufail…………………………………………….…..… 6 1) Latar Belakang Ibnu Thufail…………….………………….... 6 2) Pemikiran Ibnu Thufail………………….…………………... 7 3) Filsafat Ibnu Thufail……………………………….…………. 8 4. Filsafat Inu Bajah…………………………….…………………........ 9 a) Latar Belakang Ibnu Bajah……………….…………………... 9 b) Filsafat Ibnu Bajah……………………….…………………... 9 5. Filsafat Barat……………………………………………….….…..…. 10 6. Subdisiplin Filsafat Barat……………………………………………. 10 7. Pengaruh Filsafat Islam terhadap telajar di Dunia Barat……………. 11 DAFTAR PUSTAKA 10 BAB I PEMBAHASAN 1. Pengertian Filsafat Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = “kebijaksanaan”). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan” atau “ilmu”. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”. Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problema falsafi pula. Tetapi paling tidak bisa dikatakan bahwa “falsafah” itu kira-kira merupakan studi daripada arti dan berlakunya kepercayaan manusia pada sisi yang paling dasar dan universal. Studi ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk ini, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu dan akhirnya dari proses-proses sebelumnya ini dimasukkan ke dalam sebuah dialektik. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk daripada dialog. Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal ini membuat filasafat sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu bisa dikatakan banyak menunjukkan segi eksakta, tidak seperti yang diduga banyak orang. BAB II PEMBAHASAN FILSAFAT ISLAM DUNIA BARAT 2. Filsafat Ibnu Rusyd a) Latar Belakang Kehidupan Ibnu Rusyd Ibnu Rusyd atau nama aslinya Abu Ya‘la al-Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusyd (1126-1198), atau yang lebih terkenal dengan sebutan Ibn Rusyd atau Averroes, adalah filosof Muslim Barat terbesar di abad pertengahan. Dia adalah pendiri pikiran merdeka sehingga memiliki pengaruh yang sangat tinggi di Eropa. Michael Angelo meletakkan patung khayalinya di atas atap gereja Syktien di Vatikan karena ia dipandang sebagai filosof free thinker. Dante dalam Divine Comedia-nya menyebutnya “Sang Komentator” karena dia dianggap sebagai komentator terbesar atas karya-karya Aristoteles. Ia lahir di kota Cordova, Ibu Kota Andalusia.Kakeknya adalah seorang ahli fiqh dan ilmu hukum terkenal. Di samping menjabat sebagai imam besar di Masjid Jami’ Cordova, ia juga diangkat menjadi hakim agungn (qadi al-jama’ah). Setelah meninggal, jabatan hakim agung ini diteruskan oleh puteranya, ayah Ibn Rusyd. b) Filsafat Ibnu Rusyd Filsafat Ibn Rusyd merepresentasikan titik kulminasi pemikiran Muslim dalam sebuah arah yang sangat esensial, yaitu memahami Aristoteles. Mulai al-Kindi, itu merupakan upaya dari seluruh filosof Muslim untuk memahami sistem pemikiran Aristoles, tapi kebanyakan di antara mereka tergelincir ke dalam jebakan Neoplatonisme. Para filosof Muslim tersebut mengira berbagai karya para filosof Neoplatonik sebagai karya Aristoles. Di masa Ibn Rusyd, banyak karya Aristoteles yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan tulisan-tulisan Pseudo-Aristotelian telah dikenali. Perbedaan utama antara Ibn sina dengan Ibn Rusyd adalah bahwa yang terakhir lebih memiliki pemahaman yang jelas dan luas tentang Aristoteles. c) Kontribusi Rasionalisme Ibn Rusyd dalam Syari’ah Salah satu pandangan Ibnu Rusyd yang menonjol adalah teorinya tentang harmoni (perpaduan) agama dan filsafat (al-ittishâl baina al-syarî`ah wa al-hikmah). Ibn Rusyd memberikan kesimpulan bahwa “filsafat adalah saudara sekandung dan sesusuan agama”. Dengan kata lain, tak ada pertentangan antara wahyu dan akal; filsafat dan agama; para nabi dan Aristoteles, karena mereka semua datang dari asal yang sama. Ini didasarkan pada ayat-ayat al-Qur’an dan karakter filsafat sebagai ilmu yang dapat mengantarkan manusia kepada “pengetahuan yang lebih sempurna” (at-tâmm al-ma`rifah). d) Karya-Karya Monumental Ibnu Rusyd Buku-buku yang dikarang oleh Ibnu Rusyd banyak sekali dari berbagai disiplin ilmu: Filsafat, Kedokteran, Politik, Fikih, dan masalah-masalah agama. Diantaranya : • Kitâb Fash al-Maqâl fî Mâ Bain al-Syarî`ah wa al-Hikmah min al-Ittishâl • Al-Kasyf ‘an Manâhij al-Adillah fî `Aqâid al-Millah • Tahâfut al-Tahâfut (Kerancuan dalam Kitab Kerancuan karya al-Ghazâlî) • Bidâyah al-Mujtahid (permulaan bagi Mujtahid). • Kulliyah fit-Thibb’ 16 jilid ilmu perobatan secara umum; • ‘Mabadil Falsafah’ (Pengantar Ilmu Falsafah) • ‘Tafsir Urjuza’ yang membicarakan perubatan dan tauhid. • ‘Taslul’ buku mengenai ilmu kalam; • ‘Kasyful Adillah’ yang mengungkap persoalan falsafah dan agama; dan • ‘Muwafaqatil Hikmah Wal-Syari’a’ (persamaan falsafah dengan agama) • Beliau juga telah menulis sebuah buku mengenai musik yang diberi judul “De Anima Aristoteles” (Commentary on the Aristotle’s De Animo). 3. Filsafat Ibnu Thufail 1) Latar Belakang Ibnu Thufail Nama lengkap ibnu Thufail ialah Abu Bakar Muhammad ibnu Abd Al-Malik ibn Muhammad ibnu Muhammad ibnu Thufail. Ia dilahirkan di Guadix (Arab : Wadi Asy), provinsi Granada, Spanyol pada tahun 506 H/1110 M. dalam bahasa latin ibnu Thufail populer dengan sebutan Abubacer. Selain terkenal sebagai filosof muslim yang gemar menuangkan pemikirannya dalam kisah-kisah ajaib dan penuh dengan kebenaran, ia juga seorang dokter, ahli matematika dan kesusastraan. Karier Ibnu Thufail bermula sebagai dokter praktik di Granada. Lewat ketenarannya sebagai dokter, ia diangkat menjadi sekretaris Gubernur di provinsi tersebut. Pada tahun 1154 M (549 H) Ibnu Thufail menjadi sekretaris pribadi Gubernur Cueta dan Tangier. Abu Yaqub Yusuf al-Mansur, Khalifah kedua dari Dinasti Muwahhidun (558 H / 1163 M – 580 H / 1184 M) selanjutnya menjadi dokter pemerintah dan sekaligus menjadi qadhi. 2) Pemikran Ibnu Thufail Pemikiran-pemikiran filsafat Ibnu Thufail dituangkan dalam risalah-risalah (surat-surat) yang dikirimkan kepada muridnya (Ibnu Rusyd), sehingga kita tidak dikenal orang banyak. Namun karyanya yang terpopuler dan dapat ditemukan sampai sekarang ialah risalah Hayy ibn Yaqzhan (Si Hidup anak Si Sadar), yang judul lengkapnya Risalah Hayy ibn Yaqzhan fi Asrar Al Hikmah Al Mashiriqiyyah. Yang ditulis pada abad ke 6 Hijriah (abad ke-12 M). Beberapa pemikiran/pendapat Ibnu Thufail, yaitu: a) Ada dua jalan untuk mengenal Tuhan, yaitu dengan jalan akal atau dengan jalan syariat. Kedua jalan tidaklah bertentangan, karena akhir daripada filsafat adalah mengenai Allah (marifatullah). Di dalam roman filsafatnya yang menarik itu Ibnu Thufail menggambarkan kepada manusia bahwa kepercayaan kepada Allah adalah satu bagian dari fitrah manusia yang tidak dapat disangkal dan bahwa akal yang sehat dengan memperhatikan dan merenungkan alam sekitarnya tentu akan sampai kepada Tuhan. • Sifat Allah itu ada dua kelompok: a. Sifat-sifat yang menetapkan wujud Zat Allah, ilmu, kudrat dan hikmah. Sifat-sifat ini adalah Zat-Nya sendiri. Hal ini untuk meniadakan ta’addud al-qudama (berbilangnya yang qadim) sebagaimana paham mu’tazilah. b. Sifat salab, yakni sifat-sifat yang menafikan paham kebendaan dari Zat Allah. Dengan demikian, Allah suci dari kaitan dengan kebendaan. b) Filsafat dan agama tidak bertentangan dengan kata lain, akal tidak bertentangan dengan Wahyu. Allah tidak hanya dapat diketahui dengan Wahyu, tetapi juga dapat diketahui dengan akal. c) Qadimnya dunia (bumi dan alam semesta alam), hal ini bertolak belakang dengan pendapat Al-Ghazali. 3) Filsafat Ibnu Thufail Filsafat Ibnu Thufail secara ringkas sesungguhnya ingin menyatakan bahwa seorang manusia yang mempunyai pikiran yang cerdas dan memiliki kesiapan secara natural memungkinkan untuk sampai kepada suatu pengetahuan secara gradual dari suatu yang indrawi kepada suatu yang rasional atau dari suatu yang tak di ketahui (majhul ) menuju suatu yang di ketahui (ma’lum) sampai kemudian menuju ke pembentukan pengetahuan yang bersifat metafisika , dan kemungkinan itu tetap ada sekalipun ia hidup di habitat yang terisolir dari manusia tanpa bantuan bahasa, tradisi, agama dan budaya yang mewarnainya , dan itulah tema yang ingin di tunjukkan dalam kehidupan hay bin yaqdhan dalam keterisolasirannya yang total sejak kelahirannya , ini berbeda dengan Ibnu Sina dan Ibnu Bajah yang berpendapat bahwa pemikiran tentang hal-hal metafisika merupakan hasil dari pembelajaran, study, dan inteletualitas yang berarti mensyaratkan bagi orang yang mencapai pengetahuan tersebut untuk hidup dalam habitat manusia. 4. Filsafat Ibnu Bajah a) Latar Belakang Ibnu Bajah Nama asli Ibnu Bajah adalah Abu Bakar bin Yahya Ash-Sha’igh, yang dikenal dengan Ibnu Bajah. Menurut bahasa orang-orang eropa Al-Bajah berarti perak. Ibnu Bajah dilahirkan di Sirqisthah sekitar tahun 475 H/1082 M dan tumbuh di sana. Ia biasa membacakan syair untuk menyanjung raja dinasti Murabithin, Abu Bakar bin Ibrahim. Ketika Abu Bakar berkuasa, ia menghendaki Ibnu Bajah untuk menjadi menteri. Akan tetapi ketika raja Arghun, Alfonso ke-I mendesak Sirqisthah, Ibnu Bajah meninggalkan daerah tersebut (512 H/1117 M). kemudian ia singgah di Valencia, lalu pergi menuju Sevilla. Ia menetap di sana dan membuka praktek sebagai dokter. b) Filsafat Ibnu Bajah Filsafat menurutnya terpisah dari agama dan bukan konsumsi kaum awam. Ia mendasarkan filsafatnya pada matematika dan fisika. Dirinya sejajar dengan Al-Farabi dari kalangan filosof muslim dan sejajar dengan Aristoteles dari kalangan filosof terdahulu. Menurut Ibnu Bajah, perbuatan manusia dapat bersumber dari dua motivator. • Pertama, dari naluri hewaniah (al-gharîzatul hayawâniyyah) yang antara manusia dan makhluk lainnya paralel belaka. • Kedua, kemauan makhluk bernalar (al-irâdatul ’âqilah). Anjuran Bajah: kalau Anda (sebagai manusia) disuruh memilih, maka paculah diri dengan lebih banyak mengakomodasi motif kedua. Sebab, hanya itulah perbuatan yang khas manusia. Murni sebagai tindakan manusia, tidak paralel dengan naluri makhluk hidup lainnya. Inti falsafah Ibnu Bajah tertuang dalam bukunya Tadbîrul Mutawahhid (Penggemblengan Integritas Diri). Dalam buku itu, Bajah cenderung menyeru tiap individu untuk menghindar dari pelbagai patologi sosial, seraya menjadikan dirinya sebagai titik sentral yang tidak larut dalam hal bernama “komunitas”. Gagasan Bajah memang terkesan sangat individualistik, dan mengingkari komunitas. Tapi apa yang salah dengan individualitas? Namun begitu, Bajah bukan orang yang ingin individu-individu teralienasi sama sekali dari lingkungan. Yang hendak dia tekankan dan tuju adalah, bagaimana tiap-tiap individu tetap menjadi pangeran bagi dirinya (amîr nafsih) dan juragan atas hasrat-hasrat liarnya (sayyid syahawâtih) seraya tetap berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama (Al-Bayoumi, 97: 29). Bagi Ibnu Bajah, hanya dengan cara itu individu dapat terhindar dari “kekejian” struktur dan norma sosial yang berlaku. Dengan perkataan lain, Bajah memberi “senjata” pada tiap-tiap individu, seraya percaya mereka mampu dan mahir menggunakannya. Lebih jauh Bajah menginginkan tiap orang menjadikan dirinya sebagai titik sentral dan selalu saja berkehendak dan bergegas menjadi tauladan yang patut diturut; menjadi penentu norma-norma individu sebagai pengganti kelarutan diri dalam lingkungan sosial itu sendiri (Iraqi, 1998: 114-115). 5. Filsafat Barat Filsafat Barat adalah sebutan yang digunakan untuk pemikiran-pemikiran filsafat dalam dunia Barat atau Occidental. Pada umumnya filsafat terdiri dari dua garis besar, yaitu Filsafat Barat dan Filsafat Timur. Filsafat Barat berbeda dengan Filsafat Timur atau Oriental. Permulaan dari sebutan Filsafat Barat ini dari keinginan untuk mengarah kepada pemikiran atau falsafah peradaban Barat. Masa awalnya dimulai dengan filsafat Yunani di Yunani Kuno.[1] Pada masa ini sebagian besar Bumi sudah dicakup, termasuk Amerika Utara dan Australia.[1] Penentuan wilayah yang menjadi bagian dalam menentukan aliran mana sebuah pemikiran atau falsafah itu lahir menimbulkan perdebatan. Perdebatan terjadi untuk menentukan wilayah seperti Afrika Utara, sebagian besar Timur Tengah, Rusia, dan lainnya. Kata filsafat dalam bahasa Indonesia, filosofi dalam bahasa Inggris, berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu: philosophia (φιλοσοφία), yang secara literal bermakna, "kecintaan kepada perkataan" (philein = "mencintai" + sophia = kata mutiara, dalam arti pengetahuan).[1] Dalam arti kontemporer, Filosofi Barat merujuk pada dua tradisi utama filsafat kontemporer: filsafat analitik dan filsafat kontinental. 6. Subdisiplin Filsafat Barat Pada umumnya, filsuf-filsuf Barat dibagi ke dalam beberapa cabang pokok. Pembagian itu di dasarkan pada jenis pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang yang bekerja di lapangan. Cabang yang paling banyak berpengaruh pada masa dunia kuno adalah Stoic, yaitu menahan hawa nafsu. Stoic dibagi ke dalam beberapa bagian filsafat, seperti Logika, Etika, Ilmu pengetahuan, dan Fisika. Fisika merupakan konsep study tentang gejala-gejela alam di dalam dunia ini, dan termasuk ilmu pengetahuan alam dan metafisika. Filsafat kontemporal secara umum dapat dibagi ke dalam metafisika, epistimologi, etika, axiology, dan estetis. Logika terkadang juga dijadikan sebagai bagian di dalam filsafat, terkadang juga hanya sebagai metode yang digunakan untuk seluruh cabang-canbang filsafat. Sub disiplin filsafat terdapat di dalam cabang-cabang yang luas tersebut. pada level yang terluas, terdapat filsafat Analitik dan filsafat Kontinental. Filsafat Analitik lebih sederhana dibandingkan denga filsafat Kontinental. Sub disiplin ini terkadang menjadi topik yang hangat dan dapat menempati temapat yang banyak dalam tulisan-tulisan. Hal ini disebabkan oleh orang-orang yang beranggapan bahwa sub disiplin ini sebagai cabang-cabang utama. 7. Pengaruh Filsafat Islam terhadap Kaum Terpelajar di Dunia Barat Hadirnya Islam di dunia barat membawa pengaruh besar dalam peradaban masyarakat. Pengaruh Islam tersebut antara lain: 1) Dalam bidang ilmu filsafat dan matematika: • Abolard bath seorang tokoh berpendidikan islam. Dia menjadi ahli dalam bidang matematika dan filsafat yang cukup termasyhur di Inggris. Gagasan-gagasan yang berdasarkan ajaran islam banyak diikuti orang • Gerard Cremona dari Itali menyalin buku-buku dari bahasa arab ke dalam bahsa latin tentang ilmu filsafat, matematika dan ilmu kedokteran sebanyak 80 buku. 2) Dalam ilmu kedokteran Ibnu Rusydi dikenal di negara barat dengan sebutan Averros (wafat tahun 1198 M). Ia dikenal sebagai seorang filososf besar yang telah membangun dunia Eropa dengan pikiran-pikiran Islam dan mengantarkan dunia Barat ke pintu gerbang Renaissance (masa kebangkitan kembali). Buku karangannya berjudul kulliyat fit Thiib (aturan hukum kedokteran) terdiri atas 16 jilid. pada tahun 1225 M buku tersebut kemudian disalin lagi kedalam bahasa Inggris dengan judul general rules of Medicine. Buku hasil karya Ibnu Rusydi tersebut dicetak berulang kali dan disebarluaskan di Benua Eropa. Buku tersebut mendasari pikiran kaum terpelajar di barat. Tokoh ilmu kedokteran yang lain misalnya Ibnu Khatib. Ibnu Khatib seorang dokter kenamaan di Granada. Buku karangannya memuat tentang penyakit menular dan bahaya epidemi. Dokter ini juga memberi penerangan tentang proses penularan penyakit secara ilmiah. Kepandaiannya di bidang kedokteran pun tak dapat ditandingi oleh masyarakat Eropa saat itu. Di antara buku-buku tentang penyakit menular, buku karangan Ibnu Khatiblah yang paling terkenal. 3) Dalam bidang ilmu-ilmu lain Perkembangan bidang ilmu lain pun tak luput dari pengaruh Islam. Berikut ini bberapa tokoh islam yang cukup berjasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan. • Ibnu Khaldun wafat tahun 1406 M. ia seorang ahli sosiologi, filsafat, dan kimia. Judul bukunya Muqaddimah. • Zakaria Al Qazwini wafat tahun 1283 M. Dia menyusun sebuah encyclopedia. • Al Khazini wafat tahun 1200 M. Ia menyusun sebuah buku tentang Meteorologi. Ilmu pengetahuan islam di Eropa pada mulanya berkembang di perguruan Tinggi Toledo, Cordova, dan Andalusia. Ilmu-ilmu tersebut kemudian berkembang meluas ke negara-negara barat lainnya lewat kaum terpelajar barat. berkembangnya ilmu pengetahuan islam di barat, selanjutnya terjadi melalui penerjemahan buku-buku karangan orang islam yang antara lain dilakukan oleh: • Ibnu Dawud, seorang muslim bangsa Yahudi yang dikenal dengan nama Alvendeath. Ia menyalin buku-buku berbahasa arab ke dalam bahasa latin yang berisi tentang ilmu astronomi dan astrologi. • Gerard Cremona, lahir di Cremona. Ia menyalin buku berbahasa arab ke dalam bahasa latin yang memuat tentang ilmu filsafat, matematika dan ilmu kedokteran sebanyak 80 buku. Para sarjana barat memberi julukan kepadanya sebagai "Bapak Arab di Eropa." Selain melalui penerjemahan buku-buku karangan orang islam, perkembangan ilmu pengetahuan islma dibarat ditunjang pula dengan adanya pusat studi islam di pulau sicilia. Pulau sicilia berada dalam kekuasaan islam selama 130 tahun. Kendatipun pada tahun 1091 M jatuh ke tangan orang Norman, namun pulau tersebut tetap menjadi pusat ilmu pengetahuan islam. Karena itu orang-orang Eropa berduyun-duyun mempelajari ilmu-ilmu islam di pulau Sicilia. BAB III PENUTUP KESIMPULAN a) Filsafat Ibn Rusyd merepresentasikan titik kulminasi pemikiran Muslim dalam sebuah arah yang sangat esensial, yaitu memahami Aristoteles. b) Salah satu pandangan Ibnu Rusyd yang menonjol adalah teorinya tentang harmoni (perpaduan) agama dan filsafat (al-ittishâl baina al-syarî`ah wa al-hikmah). Ibn Rusyd memberikan kesimpulan bahwa “filsafat adalah saudara sekandung dan sesusuan agama”. c) Filsafat Ibnu Thufail secara ringkas menyatakan bahwa seorang manusia yang mempunyai pikiran yang cerdas dan memiliki kesiapan secara natural memungkinkan untuk sampai kepada suatu pengetahuan secara gradual dari suatu yang indrawi kepada suatu yang rasional atau dari suatu yang tak di ketahui (majhul ) menuju suatu yang di ketahui (ma’lum) sampai kemudian menuju ke pembentukan pengetahuan yang bersifat metafisika , dan kemungkinan itu tetap ada sekalipun ia hidup di habitat yang terisolir dari manusia tanpa bantuan bahasa, tradisi, agama dan budaya yang mewarnainya. d) Filsafat Ibnu Bajah dinyatakan terpisah dari agama dan bukan konsumsi kaum awam. Ia mendasarkan filsafatnya pada matematika dan fisika. Menurut Ibnu Bajah, perbuatan manusia dapat bersumber dari dua motivator. • Pertama, dari naluri hewaniah (al-gharîzatul hayawâniyyah) yang antara manusia dan makhluk lainnya paralel belaka. • Kedua, kemauan makhluk bernalar (al-irâdatul ’âqilah). Inti falsafah Ibnu Bajah tertuang dalam bukunya Tadbîrul Mutawahhid (Penggemblengan Integritas Diri). Dalam buku itu, Bajah cenderung menyeru tiap individu untuk menghindar dari pelbagai patologi sosial, seraya menjadikan dirinya sebagai titik sentral yang tidak larut dalam hal bernama “komunitas”. Gagasan Bajah memang terkesan sangat individualistik, dan mengingkari komunitas. DAFTAR PUSTAKA Sudarsono, Filsafat Islam, Jakarta: Rineka Cipta, 2004. Robert Audi.1995. The Cambridge Dictionary Of Philosophy.Cambridge University Press:United Kingdom http;/ biografi ibnu rusydriwayat ibnu rusdyibn rusydibnu rusyd.www.com http;/ konsep pendidikan agama islam ibnu rusyd. www.com K. Bertens.1976.Ringkasan Sejarah Filsafat.Jogjakarta.Kanisius ^Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Modern" K. Bertens.1988.Sejarah Filsafat Yunani.Jogjakarta.KANISIUS. Ibnu Thufail, Hayy Ibn Yaqzhan Roman Filsafat tentang Perjumpaan Nalar dengan Tuhan. Diterjemahkan oleh: Dahyal Afkal, Bekasi: Menara, 2006. http;/ makalah biografi ibnu rusdi. www.com

Your browser does not support iframes.

<

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Unknown mengatakan...

wah lengkp ne makalahnya.. www.fileskripsi.com

Posting Komentar