RSS

KEUTAMAAN DZIKIR


1.      Orang yang lidahnya senantiasa sibuk dengan dzikrullah akan memasuki surga sambil tersenyum.
2.      Dzikrullah adalah amalan yang dapat meninggikan derajat ke peringkat paling tinggi dan lebih mulia disisi Allah swt daripada menafkahkan emas dan perak dijalan Allah swt dan lebih utama daripada menghadapi musuh di tengah-tengah medan jihad.
3.      Dzikrullah lebih utama 700.000 x daripada membelanjakan sesuatu pada jalan Allah swt.
4.      Barangsiapa berdzikir sebanyak-banyaknya maka akan selamat dari kemunafikan dan akan mengecap nikmat-nikmat surga dengan sepuas-puasnya.
5.      Jamaah yang duduk sambil berdzikir akan diberikan sakinah, dicucuri rahmat, dikelilingi oleh malaikat dan mereka disebut-sebut oleh Allah swt dihadapan majlis para malaikat.
6.      Orang yang berkumpul untuk berdzikrullah agar mendapatkan ridha Allah swt, maka malaikat akan berseru dari langit bahwa dosa-dosa mu telah diampunkan dan kejahatan-kejahatanmu telah digantikan dengan kebaikan.
7.      Orang yang datang berkumpul di suatu tempat lalu mencintai allah swt dengan berdzikrullah, akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan muka cemerlang menyilaukan mata dan mereka berada di mimbar-mimbar mutiara sementara orang ramai memcemburui dan beriri hati, sedangkan mereka bukan nabi atu syahid
8.      Jika seseorang tidak berani untuk beramal di malam hari, tidak dapat membelanjakan hartanya di jalan Allah swt dan tidak dapat berjuang di jalan Allah karena takut, maka hendaklah berdzikir sebanyak-banyaknya.
9.      Barangsiapa yang mengingat Allah swt sebanyak-banyaknya di tengah-tengah jalan, di rumah dan ketika berada di keramaian atau diperkampungan, maka ia akan mempunyai pembela-pembela yang ramai sekali dihari hisab.
10.  Dzikir di dalam hati yang tidak terdengar oleh malaikat sekalipun adalah 70 x lebih utama dari pada dzikir jahri ( terdengar jelas ).
11.  Barangsiapa ingat kepada Allah swt dalam kesenangan, maka Allah swt akan ingat kepadanya ketika dia dalam kesusahan / kesempitan.
12.  Barangsiapa setelah shalat subuh dan ashar membaca istighfar 3 x , maka dosa- dosanya akan diampuni.
13.  Barangsiapa mengucapkan : Sebanyak 7 x maka akan dibuatkan satu menara untuknya di dalam surga.
14.  Malaikat akan memohonkan ampunan bagi orang yang selalu berdzikir.
15.  Tiada seseorang yang mengerjakan suatu amalan yang lebih selamat dari siksa kubur baginya daripada dzikrullah.
16.  Dengan dzikrullah lidah akan terpelihara dari mengumpat, mencela dan berdusta serta dari berbicara sia-sia
17.  Fadloil :
a.       100 x baca Alhamdulillah, pahalanya seperti bersedekah 100 kuda untuk fisabilillah.
b.      100 x baca Subhanallah, pahalanya seperti memerdekakan budak bani isra`il.
c.       100 x baca Allahu akbar, pahalanya seperti mengorbankan 100 unta yang maqbul / diterima
d.      100 x Laailaahaillallaah, pahalanya seperti antara bumi dan langit penuh tanda kasih sayang pada Allah swt
e.       100 x bertsbih pada pagi dan petang hari adalah tanda sayang / cinta pada Allah swt
f.       100 x bershalawat pada pagi dan petang hari adalah tanda sayang / cinta pada Rasulullah saw dan banyak bershalawat akan mendapatkan lidah hikmah serta tidak akan haus dab lapar di hari kiamat.
g.      100 x beristighfar pada pagi dan petang hari sebagai tanda kasing sayang pada diri kita dan merasa banyak dosa.

18.  Majlis dzikrullah adalah sumber kekuatan agama yang akan bersinar, kekusutan dan keraguan hatinya akan lenyap sehingga hatinya akan kuat.
19.  Dzikir yang termulia adalah Laailaahaillallaah dan do`a yang terbaik adalah Alhamdulillah.
20.  Orang yang mengucapkan kalimah Laailaahaillallaah dengan hati yang ikhlash adalah orang yang akan mencapai kebahagiaan dan keuntungan akhirat.
21.  Sebaik-baiknya dzikir ialah dzikir khafi dan sebaik-baik rizki ialah yang mencukupi ( tidak kurang sampai membukakan pintu kepapaan dan tidak lebih yang akan bisa mendatangkan takabur dan melemparnya dalam kejahatan).
22.  Barangsiapa membaca laailaahaillallaah pada waktu malam dan siang hari niscaya segala dosa dari perbuatannya akan terhapus dan digantikan dengan kebaikan.
23.  Bacaan laailaahaillallaah adalah suatu kebaikan yang afdhal.
24.  Jika 7 lapis langit dan 7 lapis bumi ditimbang dengan kalimat laailaahaillallaah, maka timbangan kalimat itu akan lebih berat.
25.  Yang akan mencapai kebahagiaan dan keuntungan melalui syafaatku ialah orang yang mengucapkan kalimah laailaahaillallaah.
26.  Barangsiapa yang mengucapkan kalimah laailaahaillallaah dengan ikhlas maka akan dimasukkan ke alam surga ( ikhlas yang mencegah dari melakukan perbuatan-perbuatan yang haram dan yakin pada kalimat itu.
27.  Barangsiapa yang mengucapkan kalimat laailaahaillallaah tanpa campur aduk, maka wajiblah surga baginya ( campur aduk mencintai dunia dan berusaha dengan sungguh hati untuk mendapatkannya / orang yang berbicara seperti orang `alim tapi berbuat seperti orang dzalim dan sombong ).
28.  Tiada seorang hamba yang mengucapkan laailaahaillallaah melainkan dibukakan baginya pintu-pintu langit sehingga kalimat itu terus menuju arasy, kecuali orang yang terlibat dalam dosa besar.
29.  Kalimat laailaahaillallaah mempunyai tempat disamping arasy yang tak terhingga luasnya dan Allahuakbar adalah cahaya yang mengisi seluruh bumi dan langit.
30.  Kalimah laailaahaillallaah adalah kunci surga.
31.  Ahli laailaahaillallaah tidak akan berduka cita di dalam kubur dan padang mahsyar.
32.  Ada sebuah tiang nur dihadapan arasy Illahi, manakala seorang hamba mengucapkan laailaahaillallaah maka tiang itu bergoyang-goyang, kamudian Allah swt menyuruh tiang itu berhenti tapi tiang itu berkata, bagaimana aku akan berhenti sedangkan yang mengucapkan kalimat itu belum lagi diampunkan, maka Allah swt berfirman : “sesungguhnya Aku telah mengampuninya.”, lalu tiang itupun berhenti.
33.  Barangsiapa mengucapkan laailaahaillallaah 100 kali, maka dia akan dibangkitkan oleh Allah swt didalam keadaan yang mukanya bercahaya seperti bulan purnama.

Adab-adab Dzikir :
1.      Dalam keadaan berwudhu
2.      Menghadap kiblat
3.      Tidak boleh sambil bercakap
4.      Sebutlah dengan betul dan ketahui maknanya
5.      Tundukkan pandangan.

Manfaat Dzikir :
1.      Membuat hati tenang
2.      Memperbaiki hati, ihsan dan diri
3.      Allah swt akan dekat dengan kita.

Berikut adalah keutamaan-keutamaan dzikir yang disarikan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Al Wabilush Shoyyib. Moga bisa menjadi penyemangat bagi kita untuk menjaga lisan ini untuk terus berdzikir, mengingat Allah daripada melakukan hal yang tiada guna.
1.      mengusir setan.
2.      mendatangkan ridho Ar Rahman.
3.      menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.
4.      hati menjadi gembira dan lapang.
5.      menguatkan hati dan badan.
6.      menerangi hati dan wajah menjadi bersinar.
7.      mendatangkan rizki.
8.      orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.
9.      mendatangkan cinta Ar Rahman yang merupakan ruh Islam.
10.  mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihatnya.
11.  mendatangkan inabah, yaitu kembali pada Allah ‘azza wa jalla. Semakin seseorang kembali pada Allah dengan banyak berdzikir pada-Nya, maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.
12.  seseorang akan semakin dekat  pada Allah sesuai dengan kadar dzikirnya pada Alalh ‘azza wa jalla. Semakin ia lalai dari dzikir, ia pun akan semakin jauh dari-Nya.
(13) semakin bertambah ma’rifah (mengenal Allah). Semakin banyak dzikir, semakin bertambah ma’rifah seseorang pada Allah.
(14) mendatangkan rasa takut pada Rabb ‘azza wa jalla dan semakin menundukkan diri pada-Nya. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir, akan semakin terhalangi dari rasa takut pada Allah.
(15) meraih apa yang Allah sebut dalam ayat,
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
Maka ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al Baqarah: 152). Seandainya tidak ada keutamaan dzikir selain yang disebutkan dalam ayat ini, maka sudahlah cukup keutamaan yang disebut.
(16) hati akan semakin hidup. Ibnul Qayyim pernah mendengar gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,
الذكر للقلب مثل الماء للسمك فكيف يكون حال السمك إذا فارق الماء ؟
Dzikir pada hati semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut lepas dari air?”
(17) hati dan ruh semakin kuat. Jika seseorang melupakan dzikir maka kondisinya sebagaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnul Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sesekali pernah shalat Shubuh dan beliau duduk berdzikir pada Allah Ta’ala sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ –atau perkataan beliau yang semisal ini-.
(18) dzikir menjadikan hati semakin kilap yang sebelumnya berkarat. Karatnya hati adalah disebabkan karena lalai dari dzikir pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah dzikir, taubat dan istighfar.
(19) menghapus dosa karena dzikir adalah kebaikan terbesar dan kebaikan akan menghapus kejelekan.
(20) menghilangkan kerisauan. Kerisauan ini dapat dihilangkan dengan dzikir pada @llah.
(21) ketika seorang hamba rajin mengingat Allah, maka Allah akan mengingat dirinya di saat ia butuh.
(22) jika seseorang mengenal Allah dalam  keadaan lapang, Allah akan mengenalnya dalam keadaan sempit.
(23) menyelematkan seseorang dari adzab neraka.
(24) dzikir menyebabkan turunnya sakinah (ketenangan), naungan rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat.
(25) dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan keji dan batil.
(26) majelis dzikir adalah majelis para malaikat dan majelis orang yang lalai dari dzikir adalah majelis setan.
(27) orang yang berzikir begitu bahagia, begitu pula ia akan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.
(28) akan memberikan rasa aman bagi seorang hamba dari kerugian di hari kiamat.
(29) karena tangisan orang yang berdzikir, maka Allah akan memberikan naungan ‘Arsy padanya di hari kiamat yang amat panas.
(30) sibuknya seseorang pada dzikir adalah sebab Allah memberi untuknya lebih dari yang diberikan pada peminta-minta.
(31) dzikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut amat mulia.
(32) dzikir adalah tanaman surga.
(33) pemberian dan keutamaan yang diberikan pada orang yang berdzikir, tidak diberikan pada amalan lainnya.
(34) senantiasa berdzikir pada Allah menyebabkan seseorang tidak mungkin melupakan-Nya. Orang yang melupakan Allah adalah sebab sengsara dirinya dalam kehidupannya dan di hari ia dikembalikan. Seseorang yang melupakan Allah menyebabkan ia melupakan dirinya dan maslahat untuk dirinya. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hasyr: 19)
(35) dzikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan hari berbangkit.
(36) dzikir adalah ro’sul umuur (inti segala perkara). Siapa yang dibukakan baginya kemudahan dzikir, maka ia akan memperoleh berbagai kebaikan. Siapa yang luput dari pintu ini, maka luputlah ia dari berbagai kebaikan.
(37) dzikir akan memperingatkan hati yang tertidur lelap. Hati bisa jadi sadar dengan dzikir.
(38) orang yang berdzikir akan semakin dekat dengan Allah dan bersama dengan-Nya. Kebersamaan di sini adalah dengan kebersamaan yang khusus, bukan hanya sekedar Allah itu bersama dalam arti mengetahui atau meliputi. Namun kebersamaan ini menjadikan lebih dekat, mendapatkan perwalian, cinta, pertolongan dan taufik Allah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An Nahl: 128)
وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 249)
وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ‘Ankabut: 69)
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS. At Taubah: 40)
(39) dzikir itu dapat menyamai seseorang yang memerdekakan budak, menafkahkan harta, dan menunggang kuda di jalan Allah, serta juga dapat menyamai seseorang yang berperang dengan pedang di jalan Allah.
Sebagaimana terdapat dalam hadits,
مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ . فِى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ
Barangsiapa yang mengucapkan ‘Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku, wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syain qodiir dalam sehari sebanyak 100 kali, maka itu seperti memerdekakan 10 budak.[1]
(40) dzikir adalah inti dari bersyukur. Tidaklah bersyukur pada Allah Ta’ala orang yang enggan berdzikir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Mu’adz,
« يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ ». فَقَالَ « أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ »
Wahai Mu’adz, demi Allah, sungguh aku mencintaimu. Demi Allah, aku mencintaimu.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menasehatkan kepadamu –wahai Mu’adz-, janganlah engkau tinggalkan di setiap akhir shalat bacaan ‘Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik’ (Ya Allah tolonglah aku untuk berdzikir dan bersyukur serta beribadah yang baik pada-Mu).[2] Dalam hadits ini digabungkan antara dzikir dan syukur. Begitu pula Allah Ta’ala menggabungkan antara keduanya dalam firman Allah Ta’ala,
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqarah: 152). Hal ini menunjukkan bahwa penggabungan dzikir dan syukur merupakan jalan untuk meraih bahagia dan keberuntungan.
(41) makhluk yang paling mulia adalah yang bertakwa yang lisannya selalu basah dengan dzikir pada Allah. Orang seperti inilah yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Ia pun menjadikan dzikir sebagai syi’arnya.
(42) hati itu ada yang keras dan meleburnya dengan berdzikir pada Allah. Oleh karena itu, siapa yang ingin hatinya yang keras itu sembuh, maka berdzikirlah pada Allah.
Ada yang berkata kepada Al Hasan, “Wahai Abu Sa’id, aku mengadukan padamu akan kerasnya hatiku.” Al Hasan berkata, “Lembutkanlah dengan dzikir pada Allah.”
Karena hati  ketika semakin lalai, maka semakin keras hati tersebut. Jika seseorang berdzikir pada Allah, lelehlah kekerasan hati tersebut sebagaimana timah itu meleleh dengan api. Maka kerasnya hati akan meleleh semisal itu, yaitu dengan dzikir pada Allah ‘azza wa jalla.
(43) dzikir adalah obat hati sedangkan lalai dari dzikir adalah penyakit hati. Obat hati yang sakit adalah dengan berdzikir pada Allah.
Mak-huul, seorang tabi’in, berkata, “Dzikir kepada Allah adalah obat (bagi hati). Sedangkan sibuk membicarakan (‘aib) manusia, itu adalah penyakit.”
(44) tidak ada sesuatu yang membuat seseorang mudah meraih nikmat Allah dan selamat dari murka-Nya selain dzikir pada Allah. Jadi dzikir adalah sebab datangnya dan tertolaknya murka Allah. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Dzikir adalah inti syukur sebagaimana telah disinggung sebelumnya. Sedangkan syukur akan mendatangkan nikmat dan semakin bersyukur akan membuat nikmat semakin bertambah.
(45) dzikir menyebabkan datangnya shalawat Allah dan malaikatnya bagi orang yang berdzikir. Dan siapa saja yang mendapat shalawat (pujian) Allah dan malaikat, sungguh ia telah mendapatkan keuntungan yang besar. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42) هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا (43)
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab: 41-43)
(46) dzikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah melakukan ketaatan. Karena Allah-lah yang menjadikan hamba mencintai amalan taat tersebut, Dia-lah yang memudahkannya dan menjadikan terasa nikmat melakukannya. Begitu pula Allah yang menjadikan amalan tersebut sebagai penyejuk mata, terasa nikmat dan ada rasa gembira. Orang yang rajin berdzikir tidak akan mendapati kesulitan dan rasa berat ketika melakukan amalan taat tersebut, berbeda halnya dengan orang yang lalai dari dzikir. Demikianlah banyak bukti yang menjadi saksi akan hal ini.
(47) dzikir pada Allah akan menjadikan kesulitan itu menjadi mudah, suatu yang terasa jadi beban berat akan menjadi ringan, kesulitan pun akan mendapatkan jalan keluar. Dzikir pada Allah benar-benar mendatangkan kelapangan setelah sebelumnya tertimpa kesulitan.
(48) dzikir pada Allah akan menghilangkan rasa takut yang ada pada jiwa dan ketenangan akan selalu diraih. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir akan selalu merasa takut dan tidak pernah merasakan rasa aman.
(49) dzikir akan memberikan seseorang kekuatan sampai-sampai ia bisa melakukan hal yang menakjubkan. Itulah karena disertai dengan dzikir. Contohnya adalah Ibnu Taimiyah yang sangat menakjubkan dalam perkataan, tulisannya, dan kekuatannya. Tulisan Ibnu Taimiyah yang ia susun sehari sama halnya dengan seseorang yang menulis dengan menyalin tulisan selama seminggu atau lebih. Begitu pula di medan peperangan, beliau terkenal sangat kuat. Inilah suatu hal yang menakjubkan dari orang yang rajin berdzikir.
(50) orang yang senantiasa berdzikir ketika berada di jalan, di rumah, di lahan yang hijau, ketika safar, atau di berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi di hari kiamat. Karena tempat-tempat tadi, gunung dan tanah, akan menjadi saksi bagi seseorang di hari kiamat. Kita dapat melihat hal ini pada firman Allah Ta’ala,
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5)
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.” (QS. Az Zalzalah: 1-5)
(51) jika seseorang menyibukkan diri dengan dzikir, maka ia akan terlalaikan dari perkataan yang batil seperti ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), perkataan sia-sia, memuji-muji manusia, dan mencela manusia. Karena lisan sama sekali tidak bisa diam. Lisan boleh jadi adalah lisan yang rajin berdzikir dan boleh jadi adalah lisan yang lalai. Kondisi lisan adalah salah satu di antara dua kondisi tadi. Ingatlah bahwa jiwa jika tidak tersibukkan dengan kebenaran, maka pasti akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.
Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.

Riyadh-KSA, 14 Rabi'uts Tsani 1432 H (20/03/2011)


[1] HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691
[2] HR. Abu Daud no. 1522, An Nasai no. 1303, dan Ahmad 5/244. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih
[3] Disarikan dari Al Wabilush Shoyyib, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, tahqiq: ‘Abdurrahman bin Hasan bin Qoid, terbitan Dar ‘Alam Al Fawaid, 94-198.


3. Keutamaan Dzikir dan Menghadiri Majelis Dzikir
Friday, November 12, 2010 8:44:36 AM
a. Keutamaan dan Fadhilah Dzikir

Sebagaimana diketahui bahwa tujuan berdzikir adalah mensucikan jiwa dan membersihkan hati serta membangunkan nurani, dan berdzikir merupakan pokok pangkal amal-amal saleh maka barangsiapa diberi taufiq untuk melakukannya ia telah diberi kesempatan untuk menjadi Wali Allah. Maka dari itu titik berat amalan penganut thariqah adalah dzikrullah secara berkesinam bungan, pada waktu pagi, sore, siang, malam, duduk, berdiri, diwaktu sibuk dan diwaktu senggang.

Jika dzikir dengan lidah diperkuat dengan dzikir dalam hati, maka hal itu lebih sempurna. Dan jika diperkuat lagi dengan menghadirkan pengertiannya, maka hal itu lebih sempurna lagi. Jika berharap kepada Allah itu dilakukan dengan sepenuh hati dan ikhlas, maka itulah puncak dzikir yang paling tinggi.

Syeikh Abu Sa’id Al-Kharraz menyatakan : “Apabila Allah hendak melindungi seseorang, maka dibukakan-Nya pintu dzikirnya. Jika kelezatan dzikir telah terasa, maka dibukakan-Nya pintu pendekatan (taqarrub) dan diangkatkan-Nya di atas tauhid (akidah yang teguh), dan diangkatkan-Nya pula tabir (hijab), sehingga ia mempunyai pandangan tembus (kasyaf). Kemudian dimasukan-Nya ke dalam darul fardaniah (alam penuh rahasia). Tersingkaplah dinding jalal (kemuliaan) dan ‘azhimah (kebesaran). Tatkala pandangannya menembus ke alam jalal dan ‘azhimah, maka tinggallah dia tanpa dia. Pada waktu itu jadilah ia fana beberapa saat, tenggelam dalam menikmati rahasia kebesaran Allah dan terus dilindungi-Nya.”

Syeikh Abu Ali Ad-Daqqaq berkata : “Dzikir adalah tiang penopang yang sangat kuat atas jalan menuju Allah SWT. Sungguh ia adalah landasan bagi thariqat itu sendiri. Tidak seorangpun dapat mencapai Allah SWT kecuali dengan terus menerus dzikir kepada-Nya”. Selanjutnya beliau berkata : “Dzikir adalah tebaran kewalian. Seseorang yang dianugerahi keberhasilan dalam dzikir berarti telah dianugerahi tebaran itu, dan orang yang tidak dianugerahinya berarti telah dipecat “.

Dikatakan dalam Kitab Risalatul-Qusyairiyah : “Dzikir adalah pedang para pencari yang dengannya mereka membantai musuh dan menjaga diri dari setiap ancaman yang tertuju kepada mereka. Jika si hamba berlindung kepada Allah swt dalam hatinya, maka manakala kegelisahan membayangi hati untuk dzikir kepada Allah swt semua yang dibencinya akan lenyap darinya seketika itu juga “.

Ketika Al-Wasithy ditanya tentang dzikir, beliau menjelaskan : “Dzikir berarti meninggalkan bidang kealpaan dan memasuki bidang musyahadah mengalah kan rasa takut dan disertai kecintaan yang luar biasa “.

Dzun Nun Al-Mishry menegaskan : “Seorang yang benar-benar berdzikir kepada Allah akan lupa segala sesuatu selain dzikirnya. Allah akan melindunginya dari segala sesutu, dan ia diberi ganti dari segala sesuatu “.

Dzikrullah yaitu mengingat Allah dengan hati dan menyebut-Nya dengan lisan adalah merupakan tempat persinggahan orang-orang pilihan, yang di sanalah mereka membekali diri, berniaga dan ke sanalah mereka kembali.

Dzikir merupakan santapan hati, yang jika tidak mendapatkannya maka badan menjadi seperti kuburan dan mati. Dzikir merupakan senjata yang digunakan untuk menghadapi para perampok jalanan, merupakan air yang bisa menghilangkan rasa dahaga ditengah perjalanan, merupakan obat yang dapat menyembuhkan penyakit. Jika seseorang hamba tidak mendapatkannya, maka hatinya akan mengkerut, karena dzikir merupakan perantara dan penghubung antara diri hamba dengan alam ghaib. Dengan dzikir seseorang dapat menolak bencana dan menyingkirkan kesusahan, sehingga musibah yang menimpa menjadi ringan. Yang pasti dzikir merupakan taman surga dan modal kebahagiaan. Dzikir mengajak hati yang dirundung kepiluan untuk tersenyum gembira dan menghantarkan pelakunya kepada Dzat yang dizikiri yaitu Allah.

Dzikir adalah pembersih dan pengasah hati serta obatnya jika hati sakit. Selagi orang yang berdzikir semakin tenggelam dalam dzikirnya, maka cinta dan kerinduannya semakin terpupuk terhadap Dzat yang diingat. Jika ada keselarasan antara hati dan lisan, maka pelakunya akan lalai terhadap segala sesuatu. Sebagai gantinya Allah akan menjaganya dari segala sesuatu. Dengan dzikir, pendengaran menjadi terbuka, lisan tidak kelu dan kegelapan menyingkir dari pandangan. Dengan dzikir,Allah menghiasi lisan orang-orang yang berdzikir, sebagaimana IA menghiasi pandangan orang-orang yang bisa memandang dengan cahaya. Lisan yang lalai seperti mata yang buta, telinga yang tuli dan tangan yang buntung. Dzikir merupakan pintu Allah yang paling lebar dan besar, terbuka diantara Allah dan hamba-Nya, selagi pintu itu tidak ditutup sendiri oleh hamba dengan kelalaiannya.

Dengan dzikir, seorang hamba bisa mengalahkan setan, sebagaimana setan yang dapat mengalahkan orang-orang yang lalai dan lupa diri. Dikatakan : “Jika dzikir ada dalam hati, lalu setan mendekatinya, maka dia langsung kalah”.

Dzikir merupakan ruh amal-amal yang sholeh. Jika amal terlepas dari dzikir, maka amal itu seperti badan yang tidak memiliki ruh.

Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah bahwa dzikir kepada Allah mempunyai lebih dari seratus faedah, dibawah ini kami cantumkan beberapa faedah berdzikrullah tersebut, diantaranya ;

1. Dzikir menjauhkan diri dari syaithan dan menghancur kan kekuatannya.
2. Dzikir menyebabkan ia dicintai Allah SWT.
3. Dzikir menjauhkan kegelisahan dan kesedihan hati.
4. Dzikir menjadikan hati lapang, gembira dan berseri-seri.
5. Dzikir menguatkan tubuh dan hati.
6. Dzikir menjadikan bercahayanya rumah dan hati.
7. Dzikir dapat menarik rezeki.
8. Orang yang selalu berdzikir akan dipakaikan kepadanya pakaian kehebatan dan kegagahan yaitu orang yang melihat akan merasa gentar dan akan merasakan kesejukan.
9. Dzikir dapat menumbuhkan perasaan cinta kepada Allah, sedangkan cinta kepada Allah ini merupakan ruh Islam dan jiwa Agama, juga sebagai sumber keberhasilan dan kebahagiaan, keduanya akan mudah dicapai oleh orang yang selalu berdzikir. Barangsiapa yang ingin dapat mencintai Allah dengan benar, hendaklah memperbanyak dzikrullah, karena dzikir merupakan pintu cinta kepada Allah.
10. Dengan dzikir, kita akan mampu bermuraqabah yang akan menyampaikan kita kepada derajat ihsan. Orang yang telah mencapai derajat ihsan dalam ibadahnya seakan-akan melihat Allah SWT.
11. Dzikir merupakan sarana untuk kembali kepada Allah yang akan membawa seseorang berserah diri kepada Allah. Sehingga sedikit demi sedikit, dalam segala urusan, Allah akan menjadi tempat perlindungan, rumah, dan benteng baginya. Dalam menghadapi musibah juga akan cendrung berlindung kepada-Nya.
12. Dzikir dapat menyebabkan seseorang dekat kepada Allah. Semakin banyak seseorang mengingat Allah, ia akan semakin dekat kepada Allah Ta’ala. Semakin lalai seseorang mengingat-Nya, ia akan semakin jauh dari Allah Ta’ala.
13. Dzikir merupakan pintu ma’rifatullah.
14. Dengan berdzikir, kehebatan dan kebesaran Allah akan masuk ke dalam hati, juga sebagai sarana agar bergairah menghadirkan diri di hadapan Allah.
15. Dzikir merupakan penyebab ingatnya seseorang kepada Allah SWT.
16. Dzikir dapat menghidupkan hati.
17. Dzikir merupakan makanan bagi hati dan ruhani. Jika keduanya tidak memperoleh makanan maka keadaannya sebagaimana tubuh yang tidak memperoleh makanan.
18. Dzikir menjauhkan hati dari karat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa segala sesuatu itu akan berkarat atau kotor. Kotoran hati adalah keinginan hawa nafsu dan kelalaian. Keduanya akan sulit dibersihkan kecuali dengan berdzikir. Untuk itu dzikir bermanpaat untuk membersihkannya.
19. Dzikir menjauhkan diri dari kesusahan dan kesalahan.
20. Dzikir dapat menjauhkan diri dari perasaan takut dan was-was. Apabila seseorang dihinggapi kelalaian, ia akan diselubungi perasaan takut dan was-was. Bila ia berdzikir, semuanya itu akan menjauh.
21. Apabila seseorang berdzikir kepada Allah maka empat penjuru ‘arsy akan turut berdzikir kepada-Nya.
22. Apabila pada waktu senang seseorang berdzikir mengingat Allah SWT, maka Allah akan mengingat nya ketika dalam keadaan susah.
23. Dzikir merupakan sarana untuk menyelamatkan diri dari adzab Allah SWT.
24. Dzikir menyebabkan turunnya sakinah serta rahmat. Para malaikat akan menaungi majelis dzikir.
25. Dengan berdzikir lidah seseorang akan terjauh dari ucapan-ucapan dosa seperti ; ghibah, memaki, berbohong, perkataan kotor, dan perkataan sia-sia.
26. Majelis dzikir adalah majelis malaikat, sedangkan majelis lalai dan sia-sia adalah majelis syaithan.
27. Dengan berdzikir, seseorang akan menjadi baik dan bahagia. Demikian pula orang-orang yang menyertai nya. Sebaliknya, orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan sia-sia adalah orang-orang yang jahat dan celaka, demikian pula orang-orang yang menyertainya.
28. Pada hari kiamat, orang-orang yang selalu berdzikir akan terhindar dari bencana dan penyesalan. Untuk itu disebutkan dalam sebuah hadits bahwa setiap majelis yang di dalamnya tidak ada dzikrullah akan menyebabkan kesusahan dan kerugian pada hari kiamat.
29. Apabila seseorang berdzikir kepada Allah sendirian sehingga menangis, pada hari kiamat nanti, ia akan memperoleh naungan di bawah ‘arsy Ilahi, ketika seluruh manusia sedang dihisab dan merasakan panas yang sangat menyiksa.
30. Orang yang menyibukkan diri dengan berdzikir akan mendapatkan karunia lebih banyak daripada orang-orang yang berdo’a, sebagaimana disebutkan dalam hadits : “Barangsiapa karena sibuk berdzikir sehingga tidak sempat untuk berdo’a, maka Allah akan memberikan yang lebih baik daripada orang-orang yang berdo’a “.
31. Meskipun dzikir merupakan ibadah yang paling ringan, tetapi mempunyai fadhilah yang paling utama karena menggerakkan lidah lebih mudah daripada menggerakkan anggota badan lainnya.
32. Dzikrullah merupakan pohon di surga.
33. Nikmat dan karunia yang diberikan Allah kepada seseorang karena berdzikir tidaklah diberikan karena amal-amal lainnya. Dalam hadits dijelaskan : “Barangsiapa membaca kalimat ‘Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kullisyai’inqadiir’ sebanyak seratus kali, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti memerdekakan sepuluh hamba sahaya dan dicatatkan di dalam buku amalannya seratus kebajikan, dihapuskan darinya seratus dosa, dipelihara dari godaan syaithan, dan tidak seorangpun yang lebih utama darinya kecuali orang yang amalannya melebihinya”.
34. Seseorang yang berdzikir secara istiqamah akan selamat dari melupakan dirinya yang menyebabkan kecelakaan dunia dan akhirat. Karena melupakan diri sendiri dan tipu-tipuannya berarti melupakan Allah, dan orang yang melupakan Allah niscaya akan memperoleh kerugian. Sebagaimana Allah memperingatkan dalam firman-Nya : “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan kamu seperti orang-orang yang lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyir : 19).
35. Dengan berdzikir seseorang dapat senantiasa menca pai kemajuan dan kejayaan, baik ketika ia beristirahat atau ketika berada di pasar, ketika sehat maupun ketika sakit, ketika sibuk mengecap kenikmatan hidup maupun ketika mengalami berbagai kekurangan. Pendek kata, pada setiap saat dan keadaan ia akan memperoleh kejayaan. Tidak ada sesuatupun yang menyebabkan ia mencapai kemajuan secara terus menerus selain dengan berdzikir. Jika hatinya telah bersinar dengan cahaya dzikir, maka dalam setiap keadaan, ia meningkat ke martabat yang sangat tinggi.
36. Nur dzikir senantiasa bersama orang yang berdzikir, baik di dunia maupun di dalam kubur, dan ia membimbing ketika melewati shirath. Pendek kata di manapun berada, ia tidak akan berpisah. Dengan nur tersebut amal perbuatan seseorang akan bercahaya terang benderang sehingga amal perbuatan yang baik dari seseorang itu dibawa naik ke langit, yang didapati padanya cahaya seperti sinar matahari, dan nur seperti itulah yang akan tampak pada wajahnya pada hari kiamat nanti.
# Dzikir adalah intisari ilmu tasawwuf, yang diamalkan oleh setiap ahli thariqah. Jika telah terbuka pintu dzikir bagi seseorang, berarti telah terbuka baginya jalan menuju Allah. Barangsiapa telah menuju kepada Allah niscaya ia akan memperoleh semua yang dikehendakinya, karena khazanah Ilahi tidak akan berkurang sedikitpun.
# Di hati manusia terdapat bagian yang tidak subur, dan dapat disuburkan dengan berdzikrullah. Apabila dzikir telah menguasai hati, maka yang menjadi subur bukan hati saja, bahkan menjadikan orang yang berdzikir itu hidup dengan sejahtera walaupun ia tidak berharta benda, ia kan menjadi mulia meskipun tidak berkeluarga, dan ia menjadi seorang penguasa meskipun ia tidak mempunyai kerajaan. Sebaliknya orang yang lalai dari berdzikir pasti akan hina walaupun ia berharta, memiliki kaum keluarga, dan kerajaan yang besar.
# Dzikir dapat mengumpulkan kembali yang telah bercerai, dan menceraikan yang telah terkumpul, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Yakni, hati manusia yang diliputi berbagai keraguan duka cita, dan kegelisahan, semuanya itu dapat dilenyapkan seluruhnya sehingga akan muncullah ketentraman dan ketenangan jiwa. Hati atau jiwa manusia yang dikuasai perbuatan keji akan dibersihkan. Dan manusia yang selalu digoda dan dikuasai oleh tentara syaithan akan diceraikan darinya, akhirat yang jauh akan didekatkan, dan dunia yang dekat akan dijauhkan dari jiwanya.
# Dzikir menggerakkan hati manusia dari tidur dan menyadarkannya dari lalai. Selagi hati dan jiwa manusia tidak sadar, maka selama itulah ia mengalami kerugian demi kerugian.
# Dzikir merupakan pohon yang setiap waktu menghasilkan buah ma’rifat. Menurut istilah para ulama tasawwuf ; pohon itu mendatangkan buah ahwal, dan maqamat. Semakin banyak berdzikir akar pohon itu akan semakin kokoh, semakin akarnya kokoh, pohon itu semakin banyak menghasilkan buah.
# Dzikir mendekatkan kepada Dzat yang kepada-Nya ia berdzikir, sehingga orang yang berdzikir akan disertai oleh-Nya, sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an : “Sesungguhnya Allah SWT beserta orang-orang yang bertaqwa.” Diterangkan dalam sebuah hadits qudsi : “Aku (Allah) menyertai hamba-Ku selama ia mengingat-Ku.” Penyertaan Allah SWT yang dapat dicapai dengan berdzikir merupakan penyertaan yang tidak ada bandingnya. Hakikat penyertaan itu tidak mungkin dicatat dan tidak mungkin pula dapat dibicarakan. Kelezatannya benar-benar lezat dan arti kata yang sebenarnya, yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang telah mencapainya. ‘Ya Allah, berikanlah kepadaku barang sedikit darinya.’
# Dzikir seimbang dengan memerdekakan hamba, seimbang dengan membelanjakan harta, dan seimbang pula dengan berjuang di jalan Allah.
# Dzikir merupakan sumber syukur. Barangsiapa yang tidak mengingat Allah, dia tidak dapat bersyukur kepada-Nya. Dalam sebuah hadits diberitakan bahwa Nabi Musa as pernah berkata kepada Allah, “Ya Allah, Engkau telah menganugerahkan kepadaku nikmat yang sangat banyak, maka tunjukkanlah kepadaku cara-cara bersyukur supaya aku senantiasa dapat bersyukur kepada-Mu.” Allah berfirman kepada Musa as, “Semakin banyak kamu berdzikir, maka semakin banyak engkau dapat bersyukur.”
# Yang paling mulia diantara orang - orang yang bertaqwa di sisi Allah ialah orang yang senantiasa sibuk dengan berdzikir karena natijah taqwa adalah surga sedangakan natijah dzikir adalah penyertaan Allah SWT.
# Di hati manusia terdapat semacam kekerasan yang tidah dapat berubah menjadi lembut melainkan dengan berdzikir.
# Dzikir merupakan obat penyakit hati.
# Dzikir merupakan sumber persahabatan dengan Allah, sebaliknya lalai merupakan sumber permusuhan dengan Allah.
# Tidak ada sesuatu apapun yang dapat menambah nikmat Allah dan menyelamatkan dari adzab-Nya selain dzikrullah.
# Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada orang-orang yang berdzikir, dan para malaikat-Nya berdo’a untuk mereka.
# Barangsiapa yang ingin menikmati surga, sedangkan ia masih berada di dunia, hendaklah ia menyertai majelis-majelis dzikir, karena majelis-majelis dzikir itu laksana taman-taman surga.
# Majelis dzikir merupakan majelis para malaikat.
# llah SWT membangga-banggakan orang-orang yang berdzikir di hadapan para malaikat.
# Barangsiapa senantiasa berdzikir, ia akan memasuki surga sambil tersenyum-senyum.
# Semua amalan diwajibkan semata-mata karena dzikrullah.
# Amalan yang paling utama adalah amalan yang disertai dengan berdzikir sebanyak-banyaknya. Puasa yang paling utama adalah puasa yang disertai dengan berdzikir sebanyak-banyaknya. Haji yang paling utama adalah haji yang disertai dengan berdzikir sebanyak-banyaknya. Demikian juga dengan jihad dan amalan-amalan lainnya.
# Dzikir merupakan pengganti ibadah-ibadah nafilah, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh Ahmad dari Abu Hurairoh ra. bahwa orang-orang fakir dari kaum Muhajirin telah datang, lalu mengadukan keadaan mereka kepada Rasulullah SAW dengan berkata ; “Ya Rasulullah, saudara kami yang berharta benda telah mencapat derajat yang setinggi-tingginya karena kekayaan mereka. Mereka sholat seperti kami sholat, mereka berpuasa seperti kami berpuasa. Tetapi karena kekayaannya, mereka telah melebihi kami dengan mengerjakan haji, umrah, jihad dan sebagainya. Sebagai jawaban, Rasulullah bersabda : “Mahukah kuberitahukan kepada kalian suatu amalan yang dapat mengejar amalan mereka dan dapat melebihi mereka, bahkan orang-orang tidak dapat melebihi kalian selagi mereka tidak beramal seperti kalian ?”Jawab mereka, “Beritahukanlah kepada kami Ya Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda : “Setiap selesai sholat bacalah oleh kalian, Subhaanallah-Alhamdulillah-Allahuakbar sebanyak 33 kali.” Setelah mengamalkan nasihat Rasulullah SAW tersebut, mereka datang lagi kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Saudara-saudara kami yang kaya mendengar tentang apa yang kami lakukan, lalu mereka juga turut mengamalkannya.” Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah karunia dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.”
# Dzikir merupakan pendorong ibadah-ibadah lainnya. Dengan berdzikir sebanyak-banyaknya, maka ibadah-ibadah lainnya menjadi mudah dan menyenangkan, dan kelezatan ibadah itu dapat benar-benar dirasakan sehingga semua ibadah dapat dikerjakan dengan mudah dan ringan.
# Dengan berdzikir, hal-hal yang berat akan menjadi ringan. Setiap kesukaran akan berubah menjadi mudah. Setiap beban akan menjadi ringan, dan semua bencana akan hilang.
# Dzikir akan menghindarkan semua bentuk ketakutan dan kebimbangan. Dzikrullah mempunyai daya khusus untuk menciptakan ketentraman dan menghilangkan ketakutan. Ia mempunyai pengaruh istimewa, yakni dengan semakin banyak berdzikir maka akan semakin diperoleh ketentraman dan akan lenyap ketakutan.
# Dzikir menimbulkan kekuatan dan tenaga istimewa pada manusia. Dengan kekuatan tersebut, pekerjaan-pekerjaan yang sulit dapat diselesaikan. Siti Fatimah r.ha. putri Rasulullah SAW, pernah mengadukan keadaannya kepada beliau, “Ya Rasulullah berikan kepadaku seorang hamba (pembantu) agar aku dapat menyelesaikan urusan-urusan rumah tangga. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah engkau ucapkan Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahuakbar 34 kali sebelum tidur pada malam hari.” Kemudian, Rasulullah SAW bersabda lagi, “Ini lebih baik bagimu daripada pembantu yang engkau minta itu.”
# Pemberes urusan keakhiratan adalah saling mendahu lui antara satu dengan lainnya. Di dalam saling mendahului ini, yang nampak berada di depan adalah orang yang berdzikir. Diriwayatkan dari Umar Khadam Ghufrah, katanya “Apabila amal perbuatan manusia diberi pahala pada hari kiamat, maka sebagian besar manusia akan menyesal sambil berkata, “Alangkah baiknya jika kita dahulu memperbanyak amalan yang ringan dan sangat mudah, yaitu berdzikir.” Di dalam sebuah hadits diberitakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Mereka yang mufarrid telah mendahului.” Para sahabat bertanya, “Siapakah yang mufarrid Ya Rasulullah ?” Beliau menjawab, “Mereka yang mengingat Allah sebanyak-banyaknya, karena dzikir meringankan beban mereka.”
# Allah SWT sendiri membenarkan dan memuji orang-orang yang berdzikir. Orang-orang yang dibenarkan oleh Allah SWT tidaklah akan dibangkitkan bersama-sama orang-orang yang dusta. Di dalam sebuah hadits disebutkan bahwa apabila seorang hamba mengucap kan Laa ilaaha illallah wallahuakbar maka Allah Swt berfirman, “Benar ucapan hamba-Ku, tiada Tuhan melainkan Aku, dan Akulah Yang Maha Besar.”
# Dzikir menyebabkan terbangunnya rumah di surga. Apabila seorang hamba berhenti berdzikir, maka para malaikat berhenti membangun rumah tersebut. Apabila mereka ditanya, “Mengapa kamu berhenti membangun rumah itu ?” Mereka menjawab bahwa biayanya belum datang. Di dalam sebuah hadits lainnya disebutkan bahwa barangsiapa mengucapkan, Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil’adhiim sebanyak tujuh kali niscaya akan membangun satu menara di surga untuknya.
# Dzikir merupakan perisai atau penghalang dari neraka jahannam. Barangsiapa yang dimasukkan ke dalam neraka karena amal perbuatannya yang tidak baik, maka dzikirnya itu menjadi penghalang antara dirinya dengan neraka jahannam. Semakain banyak berdzikir, maka semakin kuatlah penghalang itu.
# Para malaikat beristighfar untuk orang yang berdzikir. Amr bin “Ash ra. meriwayatkan bahwa apabila seorang hamba mengucapkan, “Subhanallahi wabihamdihi atau Alhamdulillahirabbil’aalamiin “ maka para malaikat berkata, “Ya Allah, ampunilah dia.”
# Jika seorang berdzikir di atas sebuah gunung atau di tanah datar, maka tempat tersebut akan merasa bangga. Di dalam sebuah hadits diberitakan bahwa gunung-gunung tersebut saling bertanya adakah hari ini orang yang berdzikir lewat di atas mereka. Jika dijawab ya ada yang lewat, maka ia merasa gembira dan bangga.
# Memperbanyak dzikir merupakan jalan untuk membebaskan diri dari kemunafikan. Menerangkan tanda kemunafikan, Allah SWT berfirman, “Mereka tidak mengingat Allah, melainkan hanya sedikit.”
# Dibandingkan amalan-amalan lainnya, dzikir mempunyai kelezatan yang tidak dimiliki oleh amalan-amalan lainnya. Jika dzikir tidak mempunyai keutamaan selain kelezatan, ini saja sudah memadai. Malik bin Dinar ra. berkata bahwa seseorang tidak akan merasakan kelezatan apapun selain kelezatan berdzikir.
# Di dunia, wajah orang yang berdzikir akan tampak gembira, dan akan nampak nur pada hari kiamat.
# Barangsiapa mengingat Allah sebanyak-banyaknya ketika dalam perjalanan, ketika di rumah, dan ketika di kampung, maka ia akan mempunyai pembela yang sangat banyak di yaumil-hisab kelak.
# Selain lidah sibuk berdzikir, selama itulah ia terpelihara dari bicara sia-sia, berdusta, ,mengumpat, dan sebagainya. Karena lidah memang tidak bisa diam, kalau ia tidak sibuk berdzikir, tentu ia akan sibuk dengan kesia-siaan. Demikian juga halnya ketika hati tidak sibuk mencintai Khaliq, tentu ia sibuk mencintai makhluk.
# Syaithan merupakan musuh manusia yang nyata. Ia menjerumuskan manusia dalam kebimbangan dan kegelisahan dengan berbagai cara. Ia juga mengerumuni manusia dari berbagai penjuru. Orang yang keadaan sedemikian rupa, senantiasa berada di tengah-tengah lingkungan musuh yang selalu berusaha mencelakakannya. Maka, tidak ada jalan lain untuk mematahkan serangan musuh itu melainkan dengan dzikrullah.

b. Keutamaan Menghadiri Majelis Dzikir

Majelis Dzikir sangat dianjurkankan dan disenangai oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang menghadiri majelis dzikir (khalaqah/lingkaran dzikir) maka akan mendapat beberapa keutamaan sebagaimana dijelaskan di dalam hadits-hadits di bawah ini :

Diterima dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Jika kamu lewat ditaman-taman surga, hendaklah kamu ikut bercengkrama !” Tanya mereka : “Apakah itu taman-taman surga, ya Rasulullah ?” Ujar Nabi SAW : “Ialah lingkaran-lingkaran dzikir (halaqah dzikir), karena Allah Ta’ala mempunyai rombongan pengelana dari Malaikat yang mencari-cari lingkaran dzikir. Maka jika ketemu dengannya, mereka akan duduk mengelilinginya.”

Diriwayatkan oleh Muslim dari Mu’awiyah katanya :

Rasulullah SAW pergi mendapatkan satu lingkaran dari sahabat-sahabatnya, tanyanya : “Kenapa kamu duduk di sini?” Ujar mereka : “Maksud kami duduk di sini ialah untuk dzikir kepada Allah Ta’ala dan memuji-Nya atas petunjuk dan karunia yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan menganut agama Islam.” Sabda Nabi SAW : “Demi Allah, tak salah sekali-kali ! Tuan-tuan duduk hanyalah untuk itu ! Dan saya tidaklah minta tuan-tuan bersumpah karena menaruh curiga kepada tuan-tuan, tetapi sebetulnya Jibril telah datang dan menyampaikan bahwa Allah Ta’ala telah membanggakan tuan-tuan terhadap Malaikat.”

Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu Sa’id Khudri dan Abu Hurairah ra bahwa mereka mendengar sendiri Rasulullah SAW bersabda :

“Tidak ada suatu kaumpun yang duduk berzikir kepada Allah Ta’ala kecuali mereka akan dikelilingi oleh Malaikat, akan diliputi rahmat, akan beroleh ketenangan, dan akan disebut-sebut oleh Allah kepada siapa-siapa yang berada didekat-Nya.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar