RSS

MAKALAH METODE BERCERITA


PENDIDIKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE
DAN TEKNIK BERCERITA
Secara etimologi kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu meta yang berarti ”yang dilalui” dan hodos yang berarti ”jalan”, yakni jalan yang harus dilalui. Jadi secara harfiah metode adalah cara yang tepat untuk melakukan sesuatu.(Poerwakatja, 1982: 56). Sedangkan dalam bahasa Inggris, disebut dengan method yang mengandung makna metode dalam bahasa Indonesia.(Wojowasito, 1980:113). Dalam bahasa Arab, metode disebut dengan tharīqah yang berarti jalan atau cara.(Louwis, t.t.: 465). Demikian pula menurut Yunus, tharīqah adalah perjalanan hidup, hal, mazhab dan metode.(Munawwir, 1997: 849).
Secara terminologi, para ahli memberikan definisi yang beragam tentang metode, di antaranya pengertian yang dikemukakan Surakhmad (1998: 96), bahwa metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.
Metode pembelajaran adalah sebuah konsep cara yang digunakan oleh guru untuk mengelola pembelajaran agar materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik terhaap sisa sesuai dengan tujuan yang dinginkan. Teknik pembelajaran adalah aplikasi atau penerapan dari sebuah metode.
Metode dan teknik pembelajaran sangat berkaitan erat karena sebuah metode pembelajaran tidak akan berhasil tanpa menggunakan teknik.
Berikut saya jelaskan metode dan beberapa teknik bercerita :
METODE BERCERITA
1)       Pengertian
Yang dimaksud dengan metode bercerita adalah cara mengajar dalam bentuk menuturkan/menyampaikan cerita atau memberikan penerangan secara lisan.
2)       Tujuan
Tujuan dari metode bercerita adalah :
a.       Melatih daya tangkap dan daya konsentrai anak didik
b.       Melatih daya piker dan fentasi anak
c.        Megembangkan kemampuan berbahasa dan menambah pembendahaaan kata kepada anak didik
d.       Menciptakan suasana senang di kelas

3)       Kebaikan Metode Bercerita
a.       Dapat membangkitkan minat anak
b.       Menumbuhkan sikap perilaku yang positif pada anak
c.        Menanamkan nilai-nilai moral
d.       Menumbuhkan imajinasi anak
e.        Melatih pendenganran anak
f.        Mengenadlikan emosi
g.        Memperkaya kosa kata
h.       Mengembangkan daya piker
i.         Menumbuhkan rasa cinta tanah air

4)       Kelemahan Metode Bercerita
a.       Dapat membuat anak pasif
b.       Apabila alat peraga tidak menarik anak krang aktif
c.        Anak belum tahu dapat mengulang cerita kembali
d.       Waktu cerita berlangsung anak yang mengemukakan pendapatnya sehingga mengganggu jalannya cerita.
Pembelajaran dengan menggunakan metode berceritaakan menghasilkan mutu yang baik apabila cara menguasai teknik-teknik bercerta. Berikut beberapa teknik dalam bercerita
5)       Teknik Bercerita Tanpa Alat Peraga
Langkah-langkah pelaksanaan
a.       Guru mengatur organisasi kelas (Posisi tempat duduk anak)
b.       Guru merangsang anak agar mau mendengarkan dan memperhatikan isi cerita
c.        Guru mulai bercerita, (cerita sederhana) dengan terlebih dahulu menyebutkan judul certa
d.       Setelah selesai bercerita, guru memberikan tugas pada anak-anak, untuk menceritakan kembali isi cerita tersebut secara bergantian
e.        Guru memberikan pujian pada anak yang sudah bias dan memberikan motovasi kepada anak yang belum
Contoh cerita :
Siburik yang Serakah
Catatan :
¨       Dalam melukiskan peristiwa pada cerita tersebut di atas hendaknya jangan dengan gerak-gerik terlalu realities. Misalnya waktu melukiskan si Burik yang sedang lari. Cukup menggerakan kaki dan tangan saja sambil berdiri atau duduk.
¨       Cerita hendaknya cukup singkat dan sederhana bahasanya mudah dimengerti anak.
¨       Intonasi suara agar disesuaikan dengan isi cerita
¨       Isi cerita dapat ungkin disesuaikan dengan tema
¨       Kegiatan bercerita biasanya diberikan pada saat pembukaan atau oenutupan
¨       Apabila kegiatan tersebut diberikan dalam kegiatan inti agar suara guru jangan sampai mengganggu kelompok yang lain.

2)       Teknik Bercerita dengan Menggunakan Alat Peraga Langsung
¨       Misal "Seorang Guru bercerita dengan judul cerita"
¨       Seekor Kelinci Putih dan Kol
Langkah – Langkah pelaksanaan :
§  Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan
§  Guru memberikan pendahuluan dengan membicarakan tentang alat peraga seekor kelinci dan daun kol. Misalnya tentang warna bulu kelinci, nama, julah kaki, betuk telingan, makanannya, bagaimana berjalannya, dan sebagainya, sambil anak diberi kesempatan untuk memegang dan membelai kelinci dan sebagainya.
§  Setelah cukup memberikan penjelasan tentang alat peraga (kelinci) guru memasukan kelinci ke dalam kandang, lalu guru bercerita.
§  Guru merangsang anak untuk mendengarkancerita
§  Setelah selesai bercerita guru memberikan pertanyaan kepada anak tentang apa, mengapa, di mana, berapa, bangamana, dan sebagainya.
§  Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab pertanyaan guru tersebut
§  Bagi anak yang sudah dapat menjawab dengan benar diberikan pujian dan bagi yang belum diberi dorangan motivasi

Contoh Cerita :
Kelinci Putih dan Daun Kol.
Catatan :
§  Isi cerita sedapat mungkin disesuikan dengan tema
§  Isi cerita pada pendahuluan dipersingkat dan hanya mengandung garis besarnya saja
§  Guru membawakan cerita, dengan gaya dan suara serta dialog yang menarik
§  Kegiatan tersebut dilakukan secara klasikal.
Pelaksanaan seperti tersebut diatas berlaku juga untuk metode bercerita dengan menggunakan alat peraga tiruan maupun gambar.
3)       Teknik Bercerita Dengan Menggunakan Gambar-Gambar
Langkah – langkah Pelaksanaan :
¨       Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan (gambar-gambar)
¨       Guru mengatur posisi tempat duduk anak sesuai dengan yang direncanakan.
¨       Guru menarik perhatian anak agar mendengarkan cerita
¨       Guru bercerita dengan memperlihatkan alat peraga satu persatu sesuai dengan bagian yang diceritakan
¨       Guru bercerita dengan memperhatikan alat paraga satu persatu sesuai dengan bagian yang diceritakan.
¨       Guru memberikan pertanyaan tentang isi cerita pendek tersebut satu persatu (bertahap) kepada anak secara bergantian, misalnya :
§  Sedang apakah kumbang dan lalat?
¨       Anak menjawab pertanyaan guru satu per satu kalimat pertanyaan sampai dengan 3 (tiga) pertanyaan. Setiap pertanyaan merupakan satu kalimat.
¨       Bagaimana yang sudah dapat menjawab pertanyaan diberikan pujian dan bagi anak yang belum dapat menjawab pertanyaan dengan benar diberikan motovasi.
Catatan :
Pertanyaan yang diajukan kepada anak masing-masing anak sebanyak 3 pertanyaan yan setiap pertanyaan merupakan pertanyaan tunggal dan diharapkan langsung dijawab oleh anak. Guru sebaiknya menyiapkan pertanyaan yang akan diajukan kepada anak.
Contoh cerita :
Semut yang Baik Hti
Catatan :
¨       Isi cerita sedapat mungkin dikaitkan dengan tema
¨       Pertanyaan isi cerita dilaksanakan setelah guru selesai bercerita
¨       Pada pelasanaan bentuk cerita dengan gambar, setiap kali cerita ditunda sebentar untuk menjelaskan gambar sesuai dengan banyaknya gambar yang ada. Hal ini hendaknya dilakasanakan selancar mungkin, sehingga anak tidak merasa bahwa ceritanya diputuis-putus.
¨       Gambar – gambar yang dipergunakan hendaknya memenuhi juga persyaratan seperti cukup besar untuk dapat dilihat oleh semua anak, berwarna alami dan menarik, tidak terlalu banyak "Hiasan" yang mengaburkan isi cerita
¨       Gambar yang digunakan boleh satu atau lebih
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara klasikal
SUMBER  PUSTAKA

http/:metode-pendidikan-dengan-bercerita.www.com.red
http/:metode-pendidikan.www.co.co.id
Ramayulis dan Samsu Nizar, Filsafat Pendidikan Islam Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya, Jakarta : Kalam mulia, 2009
Abu Ahmadi, Strategi Belajar Mengajar, Bandung : Pustaka Setia, 2005

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar