RSS

MAKALAH RUANG LINGKUP PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Allah menciptakan manusia dalam keadaan sempurna dan merupakan makhluk yang mulia dibandingkan dengan makhluk yang lain. Dan juga merupakan kholifah di bumi, Allah memberikan suatu anugrah yang luar biasa, yaitu akal pikiran sehingga manusia bisa mengembangkan ilmu pengetahuan dan pemikirannya dalam ranah pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Selain itu juga manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah sebagai bekal untuk memahami, mempelajari dan menangkap hal-hal baru yang di alami untuk kelangsungan hidupnya.
Pendidikan Islam merupakan salah satu bentuk kepedulian Allah dalam rangka rahman-Nya kepada hamba-Nya dalam menjaga kefitrahan hamba-Nya. Maka Pendidikan Islam memiliki peranan yang sangat penting bagi kita, karena tentunya kita sebagai hamba ingin kembali kepada-Nya juga seperti ketika dilahirkan yaitu fitroh.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Ilmu Pendidikan Islam ?
2. Bagaimana ruang lingkup pendidikan Islam ?
3. Apa kegunaan Ilmu Pendidikan Islam ?
4. Apa tujuan akhir dari Ilmu Pendidikan Islam ?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian Ilmu Pendidikan Islam
2. Mengetahui ruang lingkup pendidikan Islam
3. Mengetahui Ilmu Pendidikan Islam
4. Mengetahui tujuan akhir dari Ilmu Pendidikan Islam



BAB II
PENGERTIAN RUANG LINGKUP DAN KEGUNAAN
ILMU PENDIDIKAN ISLAM

A. Pengertian Ilmu Pendidikan Islam

Ada beberapa pengertian Ilmu Pendidikan Islam menurut para pakar Ilmu Pendidikan Islam diantaranya :
a. Menurut Musthofa Al Gholayyini
Pendidikan Islam adalah menambahkan akhlaq yang mulia didalam jiwa anak dari masa pertumbuhan dan memupuknya dengan petunjuk dan nashihat sehingga mempunyai kemampuan cinta bekerja dalam kebaikan dan manfaat bagi tanah air.
b. Menurut Syah Muhammad An Naquib Al Athos
Pendidikan Islam adalah usaha pendidik kepada anak didik untuk pengenalan dan pengakuan yang benar sehingga kearah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadian.
c. Menurut Drs. Burhan shomad
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang berciri berderajat tinggi menurut ukuran Allah. Secara rinci menurut beliau Pendidikan Islam memiliki dua cirri khas yaitu :
1. Bertujuan membentuk individu yang berakhlak tinggi menurut ukuran AL Quran
2. Isi pendidikannya adalah ajaran Allah yang tercantum lengkap dalam Al Quran dan pelaksanaannya dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari
d. Menurut Drs. Ahmad D. Marimba
Pendidikan Islam adalah bimbingan secara sadar oleh sipendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani yang dididik berdasarkan hukum-hukum ajaran Islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.
Dari beberapa pengertian Pendidikan Islam Menurut para pakar di atas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Pendidikan Islam adalah usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik yang bertakwa dengan secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan secara perkdmbangan fitroh (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran Islam kearah titik optimal dari pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara jasmani maupun rohani.

B. Ruang Lingkup Pendidikan Islam
Ruang lingkup Pendidikan Islam memiliki cakupan yang cukup luas karena banyak sekali yang terlibat dalam proses pendidikan Islam baik secara langsung maupun tidak langsung. Ruang lingkup Pendidikan Islam secara garis besar meliputi :
a. Pebuatan mendidik itu sendiri
Yang dimaksud dengan perbuatan mendidik itu sendiri adalah apa saja yang dilakukan oleh pendidik atau siswa didik dalam proses pendidikan itu terjadi.
b. Anak didik
Anak didik merupakan obyek pokok dari pendidikan, karena bersifat selalu membutuhkan bantuan orang lain, yang selalu menggantungkan orang lain.
c. Dasar dan tujuan Pendidikan Islam
Yaitu landasan sebagai sumber dari kegiatan pendidikan Islam, hal ini dilakukan dalam rangka mengarahkan anak supaya memiliki karakter dan berkepribadian muslim yang bertakwa kepada Allah SWT.
d. Pendidik
Yaitu orang yang menjadi subyek dari pelaksanaan pendidikan, harus memiliki kualitas iman dan takwa serta bisa dijadikan figure karena akhlaknya yang luhur.
e. Materi Pendidikan Islam
Bahan-bahan atau pengalaman-pengalamanpelajaran yang disusun kurikulum dan dijabarkan dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP).
f. Metode Pendidikan Islam
Cara-cara bagaimana pendidik menyajikan sebuah materi pendidikan kepada anak didik, supaya materi yang disampaikan oleh pendidik itu mudah diterima dengan baik dan memiliki kesan dalam diri anak.
g. Evaluasi Pendidikan
Evaluasi murupakan cara untuk mengetahui kemampuan siswa didik dalam penguasaan materi atau hasil belajar siswa. Adapun jenis dari evaluasi yaitu evaluasi formatif, sumatif, middle semester, cawu, THB, EBTA.
h. Alat-alat Pendidikan Islam
Langkah-langkah atau tindakan-tindakan guna menjaga kelangsungan pekerjaan mendidik. Dapat berupa alat pendidik prefentif atau alat pendidik represif.
i. Lingkungan (milieu)
Keadaan-keadaan yang turut berpengaruhi dalam hasil belajar.

C. Kegunaan Ilmu Pendidikan Islam
Pendidikan islam bertujuan untuk menumbuhkan karakter kepribadian individu yang tetap fitrah dan kepribadian yang kaffa (menyeluruh) melalui latihan latihan kejiwaan, kecerdasan otak, penlaran, persaan dan indra. Pendidikan Islam harus melayani pertumbuhan manusia dalam semua aspeknya.
Sejalan dengan misi agama Islam yang memiliki tujuan memberikan rahmat bagi sekalian alam ini, maka Pendidikan Islam mengidentifikasi sasarannya yang digali dari sumber ajaran, yang meliputi empat pengembangan fungsi manusia sebagai mana yang disampaikan oleh DR Muhammad Fadhil Al-Djamaly, dalam bukunya Attarbiyatul insane Al jaded sebagai berikut :
1. Menyadarkan manusia secara individual pada posisi dan fungsinya di tengah makhluk yang lain, serta bertanggung jawab dalam kehidupannya. Dengan kesadaran ini manusia akan mampu berperan sebagai makhluk Allah yang paling utama diantara makhluk yang lain sehingga mampu menjadi khalifah fil ardli (khalifah di bumi). Ayat yang menunjukan kedudukan manusia tersebut sebagai berikut :
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
artinya :

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". (QS. shaad: 71-72)

2. Menyadarkan Fungsi manusia dengan masyarakat, serta tanggung jawabnya terhadap ketertiban masyarakat. untuk itu manusia harus interealisasi dan interaksi dengan sesamanya dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini ssesuai dengan firman Allah :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا الأية .
artinya :
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” (QS. Ali Imron : 103)

3. Menyadarkan manusia tentang kedudukannya terhadap makhluk lain dan membawanya agar memahami hikmah Tuhan menciptakan makhluk lain, serta memberikan kemampuan kepada manusia untuk mengambil manfaatnya. Hal ini akan mendorong manusia untuk melakukan pengelolaan, mendayagunakan ciptaan Allah untuk kesejahteraan hidup bersama dengan yang lainnya. Berhubungan dengan ini Allah berfirman sebagai berikut :
فَالِقُ الإصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
artinya :
“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (QS. Al An’am : 96)
4. Menyadarkan manusia terhadap pencipta alam dan mendorongnya untuk beribadah kepada-Nya. Karena manusia makhluk berketuhanan (homo divinans), sikap dan watak religiusnya perlu dikembangkan sehingga dapat menjiwai dan mewarnai kehidupannya. Firman Allah yang menyadarkan kita sebagai hamba yang harus beribadah kepada-Nya antara lain :
ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لا إِلَهَ إِلا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ . لا تُدْرِكُهُ الأبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
artinya :
“(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al An’am : 102-103)

D. Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan akhir dari pendidikan Islam itu terletak dalam imajinasi sikap penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT baik perorangan, masyarakat maupun sebagai umat manusia dalam keseluruhannya. Dengan kata lain bahwa tujuan akhir dari pendidikan Islam adalah membentuk kepribadian muslim yang sempurna.
Rumusan tentang tujuan akhir pendidikan Islam telah disusun para Ulama dan ahli pendidikan Islam antara lain :
Hasil rumusan pendidikan Islam se-Indonesia pada tanggal 7 s/d 11 Mei 1960 di Cipayung Bogor sebagai berikut :
“ Tujuan pendidikan Islam adalah menanamkan takwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran dalam rangka membentuk manusia yang berbudi luhur berkepribadian menurut ajaran Islam.”
Mengingat tujuan pendidikan Islam yang begitu luas, tujuan tersebut dibedakan dalam beberapa bidang menurut tugas dan fungsi manusia secara filosofis sebagai berikut :
a. Tujuan individual yang menyangkut indivdu.
b. Tujuan social yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat sebagai keseluruhan.
c. Tujuan professional yang menyangkut pengajaran sebagai ilmu, seni dan profesi.

E. Korelasi antara Pengertian, Ruang lingkup, Kegunaan dan Tujuan Akhir Pendidikan Islam
a. Pendidikan adalah sebagai usaha untuk membentuk kepribadian yang bertanggung jawab
b. Pendidikan Islam bersumber kepada ajaran dan nilai-nilai agama Islam yaitu Al Qur’an dan hadist yang tidak diragukan lagi kebenarannya.
c. Metode pendidikan Islam memiliki pengklasifikasian mengenai usia siswa didiknya.
d. Ruang lingkup Pendidikan Islam mencakup segala aspek kehidupan manusia, sehingga segala aktifitas manusia memiliki norma yang sesuai dengan Al Qur’an dengan kata lain berkehidupan qur’ani.



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
a. Pengertian Ilmu Pendidikan Islam
Yaitu usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik yang bertakwa dengan secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan secara perkembangan fitroh (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran Islam kearah titik optimal dari pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara jasmani maupun rohani.
b. Ruang Lingkup Pendidikan Islam
Yaitu meliputi pendidik, anak didik, metodologi pengajaran, materi pendidikan, evaluasi pendidikan, alat-alat pendidikan dan lingkungan.
c. Kegunaan Ilmu Pendidikan Islam
Pendidikan islam memiliki fungsi menumbuhkan karakter kepribadian individu yang tetap fitrah dan kepribadian yang kaffa (menyeluruh) melalui latihan latihan kejiwaan, kecerdasan otak, penalaran, perasaan dan indra. Pendidikan Islam harus melayani pertumbuhan manusia dalam semua aspeknya.
d. Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan akhir dari pendidikan Islam itu terletak dalam imajinasi sikap penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT baik perorangan, masyarakat maupun sebagai umat manusia dalam keseluruhannya. Dengan kata lain bahwa tujuan akhir dari pendidikan Islam adalah membentuk kepribadian muslim yang sempurna.

B. Saran
Berdasarkan uraian diatas penulis memberikan saran sebagai berikut :
a. Bagi siapa saja yang terlibat didalam proses pendidikan Islam harus mampu melaksanakan tugasnya.
b. Perlu mempelajari ilmu pendidikan Islam untuk menjaga kefitrahannya.
c. Kita harus menjaga dan meningkatkan kefitrahan kita.


DAFTAR PUSTAKA

An Nahlawi, Abdurrahman.1989.Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam.Bandung.CV. Diponegoro
Burhan Shomad, Drs. 1981. Beberapa Persoalan dalam Pendidikan Islam. Bandung. PT. Al Ma’arif
Al Ghilayyini, Musthofa.1948. Idhotun Nashihin. Shaida. Mathba’ah Ashriyah
Ishom Ahmadi Moch, Drs.2007. Kaifa Nurobbi Abnaa Ana. Jombang. Samsara Pres MMA Bahrul Ulum

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar