RSS

MAKALAH PERADABAN

KATA PENGANTAR


بسم الله الرحمن الرحيم

Puji Syukur Alhamdulillah dengan tulus kami panjatkan kehadiran Allah SWT. Karena berkat rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya tugas makalah ini bisa terselesaikan dan dapat hadir ke tengah-tengah pembaca semua.
Sholawat serta salam semoga tetap terhaturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta para sahabatnya, para tabi’in dan semua yang mengikutinya hingga akhir zaman, dengan diiringi upaya meneladani yang mulia.
Berbekal dengan keyakinan dan kemantapan, akhirnya makalah yang berjudul ”PERADABAN ISLAM DI INDONESIA” ini dapat kami selesaikan walaupun dengan keterbatasan yang kami miliki. Hal ini menunjukkan bahwa penulis bukanlah orang yang sempurna.
Seberkas harapan penulis, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua yang terlibat ataupun yang membacanya, Amin
Adapun saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan, Untuk menyempurnakan karya-karya kami selanjutnya.



Jombang, 8 Januari 2012

Penyusun







DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I : PENDAHULUAN
A Latar Belakang iv
B Rumusan Masalah iv
C. Tujuan Penulisan v
BAB II : PEMBAHASAN
PERADABAH ISLAM DI INDONESIA
A. Islam di Indonesia Sebelum Kemerdekaan 6
1. Masa Kesultanan 6
2. Masa Penjajahan 7
3. Masa kemerdekaan 7
B. Islam di Indonesia Setelah Kemerdekaa 9
1. Pra kemerdekaan 9
2. Pasca Kemerdekaan 10

BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan 12
B. Saran 12
DAFTAR PUSTAKA 13











BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peradaban Islam adalah bagian-bagian dari kebudayaan Islam yang meliputi berbagai aspek diantaranya :
• Aspek moral
• Aspek kesenian
• Aspek ilmu pengetahuan
• Aspek kebudayaan yang memilliki sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan, dan ilmu pengetahuan yang luas.
Dengan kata lain peradaban Islam bagian dari kebudayaan yang bertujuan memudahkan dan mensejahterakan hidup di dunia dan di akhirat.
Dalam memahami peradaban Islam, amat penting untuk mengingat tidak hanya keragaman seni dan ilmu pengetahuan, tetapi juga keragaman interpretasi teologis dan filosofis pada doktrin-doktrin Islam, bahkan pada bidang hukum Islam.
Adapun penyebaran Islam dan torehan peradabannya ke penjuru dunia dengan bernagai cara :
• Perdagangan
• Korespondensi (seperti yang dilakukan Rasulullah dengan mengirim surat kepada para raja Mesir, Persia, dll.),
• Diplomasi politik
• Peperangan perebutan kekuasaan dan
• Pendudukan wilayah.
Sedangkan periode penyebaran Islam dan peradabannya yang dimulai sejak masa Rasulullah saw pada abad ke-6 M hingga saat ini, terdapat masa-masa kejayaan peradaban Islam yang kemudian diwarisi oleh peradaban dunia. Yang akhirnya sampai d tengah-tengah kita, yaitu di Negara Indonesia.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas penulis dapat merumuskan beberapa masalah :
1. Bagaimanakah proses dan perkembangan islam dan peradabannya di Negara kita Indonesia baik sebelum kemerdekaan atau pun setelah kemerdekaan.

C. Tujuan Penulisan
Setiap sesuatu yang ada didunia ini pasti mempunyai tujuan. Begitu pula dengan makalah ini, yang pastinya juga mempunyai tujuan yang ingin dicapai oleh penulis, diantaranya adalah:
1. Mengetahui pengertian tentang peradaban islam
2. Mengetahui keadaan peradaban islam di Indonesia masa pra kemerdekaan
3. Mengetahui keadaan peradaban islam di Indonesia masa pasca kemerdekaan
4. Sebagai pengalaman dalam dunia kepenulisan yang dituntut untuk selalu memberikan asumsi terhadap perkembangan kehidupan.
5. Sebagai tugas individu untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
















BAB II
PEMBAHASAN
PERADABAN ISLAM DI INDONESIA
A. ISLAM DI INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN
Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah atau abad ke tujuh sampai abad ke delapan masehi. Ini mungkin didasarkan pada penemuan batu nisan seorang wanita muslimah yang bernama Fatimah binti Maimun di leran dekat Surabaya pada tahun 475 H atau 1082 M. Sedang menurut laporan seorang musafir Maroko Ibnu Batutah yang mengunjungi Samudera Pasai dalam perjalanannya ke negeri Cina pada tahun 1345 M. Agama islam yang bermahzab Syafi’I telah mantap disana selama se abad, oleh karena itu berdasarkan bukti ini abad ke XIII di anggap sebagai awal masuknya agama islam ke Indonesia.
Daerah yang pertama dikunjungi ialah :
1. Pesisir Utara pulau Sumatera, yaitu di peureulak Aceh Timur, kemudian meluas sampai bisa mendirikan kerajaan islam pertama di Samudera Pasai, Aceh Utara.
2. Pesisir Utara pulau Jawa kemudian meluas ke Maluku yang selama beberapa abad menjadi pusat kerajaan Hindu yaitu kerajaan Maja Pahit.
Pada permulaan abad ke XVII dengan masuk islamnya penguasa kerajaan Mataram, yaitu: Sultan Agung maka kemenangan agama islam hampir meliputi sebagai besar wilayah Indonesia.
Sejak pertengahan abad ke XIX, agama islam di Indonesia secara bertahap mulai meninggalkan sifat-sifatnya yang Singkretik (mistik). Setelah banyak orang Indonesia yang mengadakan hubungan dengan Mekkah dengan cara menunaikan ibadah haji, dan sebagiannya ada yang bermukim bertahun-tahun lamanya.
Ada tiga tahapan “masa” yang dilalui atau pergerakan sebelum kemerdekaan, yakni :
1. Pada Masa Kesultanan
Daerah yang sedikit sekali disentuh oleh kebudayaan Hindu-Budha adalah daerah Aceh, Minangkabau di Sumatera Barat dan Banten di Jawa. Agama islam secara mendalam mempengaruhi kehidupan agama, social dan politik penganut-penganutnya sehingga di daerah-daerah tersebut agama islam itu telah menunjukkan dalam bentuk yang lebih murni. Dikerajaan tersebut agama islam tertanam kuat sampai Indonesia merdeka. Salah satu buktinya yaiut banyaknya nama-nama islam dan peninggalan-peninggalan yang bernilai keIslaman.
Dikerjaan Banjar dengan masuk islamnya raja banjar. Perkembangan islam selanjutnya tidak begitu sulit, raja menunjukkan fasilitas dan kemudahan lainnya yang hasilnya membawa kepada kehidupan masyarakat Banjar yang benar-benar bersendikan islam. Secara konkrit kehidupan keagamaan di kerajaan Banjar ini diwujudkan dengan adanya Mufti dan Qadhi atas jasa Muhammad Arsyad Al-Banjari yang ahli dalam bidang Fiqih dan Tasawuf.
Islam di Jawa, pada masa pertumbuhannya diwarnai kebudayaan jawa, ia banyak memberikan kelonggaran pada sistem kepercayaan yang dianut agama Hindu-Budha. Hal ini memberikan kemudahan dalam islamisasi atau paling tidak mengurangi kesulitan-kesulitan. Para wali terutama Wali Songo sangatlah berjasa dalam pengembangan agama islam di pulau Jawa.
Menurut buku Babad Diponegoro yang dikutip Ruslan Abdulgani dikabarkan bahwa Prabu Kertawijaya penguasa terakhir kerajaan Mojo Pahit, setelah mendengar penjelasan Sunan Ampel dan sunan Giri, maksud agam islam dan agama Budha itu sama, hanya cara beribadahnya yang berbeda. Oleh karena itu ia tidak melarang rakyatnya untuk memeluk agama baru itu (agama islam), asalkan dilakukan dengan kesadaran, keyakinan, dan tanpa paksaan atau pun kekerasan.
2. Pada Masa Penjajahan
Dengan datangnya pedagang-pedagang barat ke Indonesia yang berbeda watak dengan pedagang-pedagang Arab, Persia, dan India yang beragama islam, kaum pedagang barat yang beragama Kristen melakukan misinya dengan kekerasan terutama dagang teknologi persenjataan mereka yang lebih ungggul daripada persenjataan Indonesia. Tujuan mereka adalah untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan islam di sepanjang pesisir kepulauan nusantara. Pada mulanya mereka datang ke Indonesia untuk menjalin hubungan dagang, karena Indonesia kaya dengan rempah-rempah, kemudian mereka ingin memonopoli perdagangan tersebut.
Waktu itu kolonial belum berani mencampuri masalah islam, karena mereka belum mengetahui ajaran islam dan bahasa Arab, juga belum mengetahui sistem social islam. Pada tahun 1808 pemerintah Belanda mengeluarkan instruksi kepada para bupati agar urusan agama tidak diganggu, dan pemuka-pemuka agama dibiarkan untuk memutuskan perkara-perkara dibidang perkawinan dan kewarisan.
Tahun 1820 dibuatlah Statsblaad untuk mempertegaskan instruksi ini. Dan pada tahun 1867 campur tangan mereka lebih tampak lagi, dengan adanya instruksi kepada bupati dan wedana, untuk mengawasi ulama-ulama agar tidak melakukan apapun yang bertentangan dengan peraturan Gubernur Jendral. Lalu pada tahun 1882, mereka mengatur lembaga peradilan agama yang dibatasi hanya menangani perkara-perkara perkawinan, kewarisan, perwalian, dan perwakafan.
Apalagi setelah kedatangan Snouck Hurgronye yang ditugasi menjadi penasehat urusan Pribumi dan Arab, pemerintahan Belanda lebih berani membuat kebijaksanaan mengenai masalah islam di Indonesia, karena Snouck mempunyai pengalaman dalam penelitian lapangan di negeri Arab, Jawa, dan Aceh. Lalu ia mengemukakan gagasannya yang dikenal dengan politik islamnya. Dengan politik itu, ia membagi masalah islam dalam tiga kategori :
a. Bidang agama murni atau ibadah
Pemerintahan kolonial memberikan kemerdekaan kepada umat islam untuk melaksanakan agamanya sepanjang tidak mengganggu kekuasaan pemerintah Belanda.
b. Bidang sosial kemasyarakatan
Hukum islam baru bisa diberlakukan apabila tidak bertentangan dengan adapt kebiasaan.
c. Bidang politik
Orang islam dilarang membahas hukum islam, baik Al-Qur’an maupun Sunnah yang menerangkan tentang politik kenegaraan dan ketata negaraan.

3. Pada Masa Kemerdekaan
Terdapat asumsi yang senantiasa melekat dalam setiap penelitian sejarah bahwa masa kini sebagian dibentuk oleh masa lalu dan sebagian masa depan dibentuk hari ini. Demikian pula halnya dengan kenyataan umat islam Indonesia pada masa kini, tentu sangat dipengaruhi masa lalunya.
Islam di Indonesia telah diakui sebagai kekuatan cultural, tetapi islam dicegah untuk merumuskan bangsa Indonesia menurut versi islam. Sebagai kekuatan moral dan budaya, islam diakui keberadaannya, tetapi tidak pada kekuatan politik secara riil (nyata) di negeri ini.
Seperti halnya pada masa penjajahan Belanda, sesuai dengan pendapat Snouck Hurgronye, islam sebagai kekuatan ibadah (sholat) atau soal haji perlu diberi kebebasan, namun sebagai kekuatan politik perlu dibatasi. Perkembangan selanjutnya pada masa Orde Lama, islam telah diberi tempat tertentu dalam konfigurasi (bentuk/wujud) yang paradoks, terutama dalam dunia politik. Sedangkan pada masa Orde Baru, tampaknya islam diakui hanya sebatas sebagai landasan moral bagi pembangunan bangsa dan negara.

B. ISLAM DI INDONESIA SETELAH KEMERDEKAAN
1. Pra Kemerdekaan
Ajaran islam pada hakikatnya terlalu dinamis untuk dapat dijinakkan begitu saja. Berdasarkan pengalaman melawan penjajah yang tak mungkin dihadapi dengan perlawanan fisik, tetapi harus melalui pemikiran-pemikiran dan kekuatan organanisasi. Seperti :
• Budi Utomo (1908) - Taman Siswa (1922)
• Sarikat Islam (1911) - Nahdhatul Ulama (1926)
• Muhammadiyah (1912) - Partai Nasional Indonesia (1927)
• Partai Komunis Indonesia (1914)
Menurut Deliar Noer, selain yang tersebut diatas masih ada organisasi islam lainnya yang berdiri pada masa itu, diantaranya:
• Jamiat Khair (1905)
• Persyarikatan Ulama ( 1911)
• Persatuan Islam (1920)
• Partai Arab Indonesia (1934)
Organisasi perbaharu terpenting dikalangan organisasi tersebut diatas, adalah Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan, dan Nadhatul Ulama yang dipelopori oleh K.H Hasyim Asy’ari.
Untuk mempersatukan pemikiran guna menghadapi kaum penjajah, maka Muhammadiyah dan Nadhatul Ulama bersama-sama menjadi sponsor pembentukan suatu federasi islam yang baru yang disebut Majelis Islan Ala Indonesia ( Majelis Islam Tertinggi di Indonesia ) yang disingkat MIAI, yang didirikan di Surabaya pada tahun 1937.
Masa pemerintahan Jepang, ada tiga pranata sosial yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang yang menguntungjan kaum muslim di Indonesia, yaitu :
a) Shumubu, yaitu Kantor Urusan Agama yang menggantikan Kantor Urusan Pribumi zaman Belanda, yang dipimpin oleh Hoesein Djayadiningrat pada 1 Oktober 1943.
b) Masyumi, ( Majelis Syura Muslimin Indonesia ) menggantikan MIAI yang dibubarkan pada bulan oktober 1943, Tujuan didirikannya adalah selain untuk memperkokohkan Persatuan Umat Islam di Indonesia, juga untuk meningkatkan bantuan kaum muslimin kepada usaha peperangan Jepang.
c) Hizbullah, ( Partai Allah atau Angkatan Allah ) semacam organisasi militer untuk pemuda-pemuda muslimin yang dipimpin oleh Zainul Arifin. Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

2. Pasca Kemerdekaan
Organisasi-organisasi yang muncul pada masa sebelum kemerdekaan masih tetap berkembang di masa kemerdekaan, seperti Muhammadiyah, Nadhatul Ulama, Masyumi dan lain lain. Namun ada gerakan-gerakan islam yang muncul sesudah tahun 1945 sampai akhir Orde Lama. Gerakan ini adalah DI/TII yang berusaha dengan kekerasan untuk merealisasikan cita-cita negara islam Indonesia.
Gerakan kekerasan yang bernada islam ini terjadi diberbagai daerah di Indonesia diantaranya :
 Di Jawa Barat, pada tahun 1949 – 1962
 Di Jawa Tengah, pada tahun 1965
 Di Sulawesi, berakhir pada tahun 1965
 Di Kalimantan, berakhir pada tahun 1963
 Dan di Aceh, pada tahun 1953 yang berakhir dengan kompromi pada
 tahun 1957










BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Peradaban Islam adalah bagian-bagian dari kebudayaan Islam yang meliputi berbagai aspek diantaranya :
• Aspek moral
• Aspek kesenian
• Aspek ilmu pengetahuan
• Aspek kebudayaan
2. Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah atau abad ke tujuh sampai abad ke delapan masehi.
3. Periode Peradaban Islam Di Indonesia terbagi atas :
a. Sebelum kemerdekaan
1. Masa Kesultanan
2. Masa Penjajahan
3. Masa Kemerdekaan
b. Setelah kemerdekaan
B. Saran-saran
Saran-saran ini kami haturkan kepada :
a. Semua Keluarga kami, baik bapak, ibu, kerabat dan saudara
b. Semua Teman-teman kami baik yang seperjuangan di perguruan Tinggi STAI atau pun sepermainan di luar perguruan tinggi
c. Semua Dosen yang ada di perguruan Tinggi STAI BU, khususnya Dosen Mata kuliah Bahasa Indonesia.
Saran-saran kami iantaranya :
1. Selalu bersyukurlah atas nikmat dan kebesaran Allah yang telah kita rasakan tiada hentinya khususnya berupa islam yang sampai saat ini kita rasakan, khususnya di daerah kita dan di Negara kita
2. Mari kita buktikan akan rasa syukur kita dengan selalu berusaha melaksanakan apa-apa yang telah menjadi perintah-Nya dan manjauhi apa-apa yang telah manjadi larangan-Nya.
3. Berusaha untuk semakin melebarkan area peradaban islam.

DAFTAR PUSTAKA

http://spistai.blogspot.com/2009/03/sejarah-peradaban-islam-di-indonesia.html
http://id.shvoong.com/books/classic-literature/1860973-sejarah-peradaban-islam/
AFT
Azizi Chasbullah. 2008. Aliran-aliran Teologi Islam. Kaisar : Kediri
Khudlori Syeh. Tareh Tasyre’ . Al-Hidayah : Surabaya
Al-Khoyyat Muhyiddin. Sejarah Kebangkitan Islam. 1994. Hidayah : Surabaya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar